
Ussindonesia.co.id JAKARTA. Emas dunia terus gerak positif di awal 2025. Berdasarkan data TradingEconomic pada Senin (5/1/2026), harga emas spot dunia menguat 2,33% ke posisi US$ 4.432 per troi ons pada pukul 17:30 WIB.
Harga emas batangan bersertifikat Logam mulia milik PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) alias Antam juga ikut menguat. Pada Senin (5/1/2026), Logam Mulia naik Rp 27.000 per gram menjadi Rp 2.515.000 per gram.
Di lain sisi, harga buyback oleh Logam Mulia naik Rp 25.000 per gram, dari sebelumnya Rp 2.346.000 per gram menjadi Rp 2.371.000 per gram. Dus, selisih antara harga emas dan harga buyback sebesar Rp 144.000 per gram.
Analis Komoditas Doo Financial Futures Lukman Leong menuturkan ketidakpastian geopolitik akan semakin mendukung harga emas lebih cepat dan lebih tinggi. Terlebih ada kemungkinan aksi Amerika Serikat tidak akan berakhir di Venezuela.
Risiko Geopolitik Global Meningkat, Ini Proyeksi Harga Emas Kuartal I-2026
“Investor mesti tetap hold posisi yang ada dan bisa melakukan buy on correction maupun ketika naik sesuai strategy dollar cost averaging,” kata Lukman saat dihubungi Kontan, Senin (5/1/2026).
Menurutnya, tensi geopolitik akan mendukung harga dari waktu ke waktu. Dia dia memproyeksikan harga emas mungkin akan terkoreksi oleh data-data ekonomi terutama dari Amerika Serikat sesaat dan bisa menjadi kesempatan.
Pengamat Mata Uang dan Komoditas Ibrahim Assuaibi menilai penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro turut memengaruhi pergerakan harga saham emas dunia.
Menurutnya, penguatan harga emas dunia ini bakal berlanjut sama sepekan ke depan. Dia memproyeksikan, harga emas dunia akan bergerak ke level US$ 4.050 per troi ons dan Logam Mulia mencapai Rp 2.610.000 per gram.
“Ada dua faktor yang memengaruhi pergerakan harga emas dunia dan logam mulia, yaitu perpolitikan di Amerika Serikat dan tensi geopolitik,” kata Ibrahim dalam keterangannya, Minggu (4/1/2026).
Menurutnya, eskalasi geopolitik global semakin memanas, mulai dari konflik Rusia-Ukraina hingga ketegangan baru di Amerika Latin. Dia menyoroti serangan drone Ukraina ke wilayah Rusia yang memicu balasan besar-besaran, sehingga memperburuk konflik di Eropa Timur.
Risiko Geopolitik Global Meningkat, Ini Proyeksi Harga Emas Kuartal I-2026
Ibrahim menyebut ketegangan geopolitik meningkatkan kekhawatiran investor global dan mendorong peralihan instrumen yang lebih aman alias safe haven, seperti emas. Ini yang memicu terjadi kenaikan harga emas.
“Hal itu membuat ketegangan tersendiri sehingga membuat harga emas dunia melonjak, dan rupiah berpotensi melemah. Ini akan mendorong kenaikan harga logam mulia per gramnya,” ucapnya.