
Ussindonesia.co.id , JAKARTA – PT Allo Bank Indonesia Tbk. (BBHI) menyambut baik pertumbuhan kredit perbankan sebesar 9,69% secara tahunan (year on year/YoY) pada 2025. Pertumbuhan kredit tahun ini diperkirakan tidak jauh berbeda dengan capaian 2025.
Direktur Risiko, Kepatuhan, dan Hukum Allo Bank Ganda Raharja Rusli menyampaikan kondisi ekonomi yang menantang serta dinamika geopolitik global sepanjang 2025 telah meningkatkan ketidakpastian bagi para pelaku industri. Kendati begitu, kredit perbankan mampu tumbuh 9,69% YoY pada 2025, berada dalam kisaran proyeksi Bank Indonesia (BI) sebesar 8-11% YoY.
“Berkaca dari 2025, kami melihat bahwa pertumbuhan kredit akan berada di level yang sama seperti di 2025,” kata Ganda, Rabu (21/1/2026).
: BI Laporkan Suku Bunga Kredit Bank Turun 39 Bps per Desember 2025
Proyeksi ini bukan tanpa alasan. Tahun ini, Ganda menuturkan bahwa pelaku industri membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri dengan kondisi ketidakpastian global yang mulai diperlakukan sebagai ‘new normal’, sekaligus tetap mendorong ekspansi usaha di tengah situasi yang ada.
Sementara itu, BI memperkirakan bahwa pertumbuhan kredit pada 2026 akan berada di rentang 8-12% YoY. Deputi Gubernur BI Aida S. Budiman menyampaikan bahwa terdapat sejumlah pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan untuk mendorong pertumbuhan kredit tahun ini.
: : Kredit Perbankan Melonjak, Tumbuh 9,69% pada Desember 2025
Salah satunya, yakni menurunkan special rate yang saat ini pangsanya sekitar 26-27% terhadap total Dana Pihak Ketiga (DPK). “PR yang masih terus kita lakukan adalah bagaimana terus menurunkan special rate yang sekarang ini masih tetap pangsanya sekitar 26-27% terhadap total DPK,” ungkap Aida dalam Konferensi Pers Hasil RDG Bulanan Januari 2026, Rabu (21/1/2026).
Tidak hanya itu, permintaan juga perlu didorong sehingga fasilitas pinjaman yang belum digunakan (undisbursed loan) bisa terus menurun. Tercatat hingga Desember 2025 undisbursed loan mencapai mencapai Rp2.439,2 triliun atau 22,12% dari plafon kredit yang tersedia. Nilai undisbursed loan itu turun dibandingkan November 2025 yang tercatat mencapai Rp2.509,4 triliun atau 23,18% dari plafon kredit yang tersedia.
Adapun per Desember 2025, kredit perbankan tumbuh 9,69% YoY, berada dalam kisaran prakiraan BI sebesar 8-11% YoY. Berdasarkan kelompok penggunaan, pertumbuhan kredit investasi, kredit modal kerja, dan kredit konsumsi pada 2025 masing-masing sebesar 21,06%, 4,52%, dan 6,58% YoY.
Dari sisi penawaran, kapasitas pembiayaan bank tetap memadai ditopang oleh rasio Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) sebesar 28,57% dan DPK yang tumbuh tinggi sebesar 13,83% YoY pada Desember 2025.
Selain itu, minat penyaluran kredit perbankan terus membaik, tecermin dari persyaratan pemberian kredit (lending requirement) yang semakin longgar, kecuali pada segmen kredit konsumsi dan UMKM akibat masih tingginya risiko kredit pada kedua segmen tersebut.