Lepas Teh Sariwangi, saham Unilever (UNVR) loyo ke Rp2.600

Ussindonesia.co.id , JAKARTA – Saham emiten konsumer PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) terpantau bergerak lesu hingga akhir perdagangan sesi I, usai perseroan mengumumkan penjualan bisnis teh merek Sariwangi.

Berdasarkan data RTI Infokom, saham UNVR melemah 0,38% menjadi Rp2.600 pada akhir perdagangan sesi I hari ini Selasa (7/1/2026). Sebagai pembanding, pada saat bersamaan IHSG bergerak naik 0,14% menjadi 8.946,25.

Adapun, UNVR tengah dalam tahap untuk melepas bisnis teh perseroan dengan merek Sariwangi ke perusahaan yang terafiliasi Grup Djarum milik orang terkaya di Indonesia.

Divestasi bisnis itu dilakukan melalui penandatanganan Perjanjian Pengalihan Bisnis (Business Transfer Agreement /BTA) pada Selasa (6/1/2026). Penandatanganan itu dilakukan Unilever bersama pembeli, yaitu PT Savoria Kreasi Rasa, yang tidak memiliki hubungan afiliasi dengan perseroan.

: Unilever (UNVR) Jual Bisnis Teh Sariwangi Rp1,5 Triliun ke Grup Djarum

Kedua belah pihak menyepakati harga senilai Rp1,5 triliun untuk mengalihkan bisnis teh Unilever. Harga divestasi ini disepakati di luar pajak yang berlaku.

“Kami yakin transaksi ini akan memperkuat posisi bisnis SariWangi untuk fase pertumbuhan berikutnya. Langkah ini sekaligus mempertajam fokus Unilever Indonesia pada segmen utama yang memiliki potensi pertumbuhan lebih tinggi dan menegaskan komitmen kami untuk menciptakan nilai berkelanjutan bagi para pemegang saham,” kata Presiden Direktur Unilever Benjie Yap dalam keterbukaan informasi, Rabu (7/1/2026).

Manajemen Unilever menegaskan bahwa transaksi ini tidak akan memberikan dampak material terhadap kegiatan operasional maupun kelangsungan usaha Unilever. Nantinya, penyelesaian transaksi direncanakan terlaksana pada 2 Maret 2026.

Sebaliknya, penjualan bisnis teh itu dinilai memungkinkan Unilever untuk merealisasikan nilai investasinya dalam bisnis teh di Tanah Air dan mengembalikan nilai tersebut kepada para pemegang saham dalam jangka pendek.

“Serta berfokus pada bisnis inti perseroan yang tersisa guna meningkatkan nilai bagi para pemegang saham dalam jangka panjang,” katanya.

Adapun nilai transaksi ini disebut mencerminkan 45% dari ekuitas Unilever berdasarkan laporan keuangan perseroan per 30 September 2025. Besaran aset Sariwangi juga mencerminkan 2,5% terhadap total aset perseroan.

Sementara itu, laba bersih Sariwangi disebut berkontribusi 3,1% terhadap laba bersih perseroan. Terhadap top line, Sariwangi disebut memiliki pendapatan 2,7% dibandingkan dengan pendapatan usaha UNVR.

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.