Menanti data inflasi AS dan BI rate, IHSG bergerak konsolidasi Senin (19/1)

Ussindonesia.co.id JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan bergerak konsolidasi dengan kecenderungan menguat terbatas pada perdagangan Senin (19/1), di tengah sentimen global yang relatif berimbang serta penantian data ekonomi penting.

Pengamat pasar modal sekaligus Co-Founder Pasardana, Hans Kwee, menilai, dari sisi teknikal, support IHSG akan berada di kisaran 9.000 – 8.715, sementara resistance berada di level 9.100 – 9.199. 

“Selama IHSG mampu bertahan di atas area support tersebut, peluang penguatan masih terbuka meski cenderung terbatas,” terang Hans kepada Kontan, Minggu (18/1).

Dari pasar global, sentimen positif datang dari pernyataan mantan Presiden AS Donald Trump yang memuji penasihat ekonominya, Kevin Hassett. 

IHSG Berpeluang Terkoreksi Terbatas pada Senin (19/1), Simak Proyeksi sahamnya

Hal ini dinilai meredakan kekhawatiran pasar karena menutup potensi Hassett menjadi Ketua The Federal Reserve. 

Hassett sebelumnya dipandang sebagai figur yang paling tidak independen dan cenderung dovish, sejalan dengan keinginan Trump untuk memangkas suku bunga secara agresif.

Namun demikian, sentimen positif tersebut tertahan oleh data tenaga kerja AS yang lebih kuat dari perkiraan. Kondisi ini membuat ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed mundur hingga sekitar Juni 2026, meski pelaku pasar masih memperkirakan adanya dua kali penurunan suku bunga sepanjang tahun ini.

Di pasar saham AS, rotasi sektor masih berlanjut dari saham teknologi berkapitalisasi besar menuju saham mid-cap dan small-cap yang dinilai lebih undervalued. 

Sementara itu, harga minyak bergerak fluktuatif seiring dinamika geopolitik Timur Tengah, khususnya terkait Iran. Meski pernyataan Trump meredakan potensi serangan AS dalam jangka pendek, penarikan personel militer AS dan pergerakan kapal induk tetap membuka risiko geopolitik ke depan.

Dari dalam negeri, potensi pelebaran defisit fiskal Indonesia dinilai masih menjadi faktor pembebani pergerakan rupiah di awal 2026. Bank Indonesia diperkirakan akan menahan suku bunga acuannya guna menjaga stabilitas nilai tukar.

Pekan depan, pelaku pasar juga menantikan data inflasi AS yang diperkirakan turun tipis serta keputusan suku bunga Bank Indonesia, yang diproyeksikan tetap atau tidak berubah. 

Cek Rekomendasi Saham Sektor Perbankan untuk Senin (19/1)