Mengenal iceberg order, jurus senyap transaksi jumbo di pasar saham

Jakarta, IDN Times – Iceberg order dikenal sebagai salah satu strategi perdagangan yang digunakan untuk menyamarkan transaksi berukuran besar di pasar saham.

Skema ini dilakukan dengan memecah satu order besar menjadi sejumlah limit order kecil, sehingga nilai transaksi sesungguhnya tidak langsung terlihat di pasar dan tidak memicu gejolak harga.

1. Cara investor institusi samarkan transaksi besar

Dilansir Investopedia, strategi iceberg order umumnya dimanfaatkan investor institusional untuk membeli atau menjual sekuritas dalam jumlah besar tanpa memberi sinyal yang kuat ke pelaku pasar lain. Dalam praktiknya, hanya sebagian kecil dari total order yang muncul di Level 2 order book pada satu waktu.

Dengan cara tersebut, tekanan beli atau jual tidak terlihat mencolok. Investor institusi dapat menghindari penempatan order jual besar yang berpotensi memicu kepanikan pasar, dengan menggantinya menjadi beberapa limit sell order berukuran kecil.

Di sisi lain, untuk pembelian, strategi ini juga digunakan agar harga saham tidak terdorong naik akibat order beli dalam jumlah besar.

Sejumlah kajian sebelumnya menunjukkan, pola iceberg order kerap diikuti oleh trader lain yang menempatkan order dengan ukuran dan ritme serupa. Kondisi ini dinilai dapat meningkatkan likuiditas sekaligus menekan dampak transaksi besar terhadap pergerakan harga saham secara keseluruhan.

2. Pola berulang di order book jadi petunjuk

Iceberg order dapat dikenali dari kemunculan limit order berulang dengan ukuran yang relatif sama dari market maker atau pihak yang sama. Sebagai ilustrasi, order pembelian satu juta saham dapat dipecah menjadi sepuluh order, masing-masing sebanyak 100 ribu saham, yang masuk ke pasar secara bertahap.

Trader yang mencermati pergerakan ini biasanya memperhatikan pengisian order yang terjadi terus-menerus di level harga tertentu. Pola tersebut sering diartikan sebagai adanya minat beli atau jual besar yang disamarkan.

Dalam kondisi tertentu, sebagian trader memanfaatkan keberadaan iceberg order sebagai acuan support dan resistance. Misalnya, ketika terlihat tekanan jual yang konsisten dari serangkaian limit sell order dengan ukuran serupa, hal itu dapat dibaca sebagai sinyal adanya tekanan jual besar di balik layar.

Secara mekanisme, bursa mengeksekusi order berdasarkan urutan masuk. Pada iceberg order, bagian yang terlihat akan dieksekusi lebih dahulu. Sementara itu, bagian tersembunyi baru akan diproses setelah muncul di order book. Order milik trader lain yang berada di antrean serupa akan dieksekusi setelah bagian terlihat dari iceberg order tersebut.

3. Contoh penggunaan iceberg order

Sebagai gambaran, sebuah dana pensiun besar yang ingin menanamkan dana senilai 5 juta dolar AS ke saham ABC berpotensi memicu lonjakan harga jika transaksi dilakukan sekaligus.

Untuk menghindari hal tersebut, dana tersebut dapat memecah order menjadi beberapa lot kecil, misalnya masing-masing senilai 500.000 ribu dolar AS, dan memasukkannya ke pasar secara bertahap melalui mekanisme iceberg order.

5 Saham Korporasi Terkait AI yang Layak Dipantau di Tahun 2026 Purbaya: Direksi BEI yang Baru Mesti Bisa Berantas Saham Gorengan IHSG Ngegas Awal Tahun, Ini Saham-saham yang Cuan​