Pefindo beri peringkat idAA- obligasi Chandra Asri (TPIA) senilai Rp 6 triliun

Ussindonesia.co.id – JAKARTA. PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) memberi peringkat idAA- untuk obligasi PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA). 

“Pefindo memberikan peringkat idAA- untuk Obligasi Berkelanjutan V yang diterbitkan oleh PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) senilai maksimum Rp 6 triliun,” ujar Kresna Wiryawan & Ayuningtyas Nur, Analis Pefindo dalam keterangan resmi, Rabu (7/1/2026). 

Penerbitan ini akan digunakan untuk membiayai kebutuhan modal kerja perusahaan. Pada saat yang sama Pefindo menegaskan peringkat idAA- untuk TPIA dan obligasi yang masih beredar. Prospek atas peringkat perusahaan adalah stabil. 

Peringkat mencerminkan posisi terdepan TPIA dalam industri petrokimia yang didukung oleh sinergi dengan mitra strategis, kegiatan usaha yang terintegrasi secara vertikal dengan fasilitas pendukung yang memadai. Serta likuiditas dan fleksibilitas keuangan yang kuat. 

Rupiah Spot Melemah 0,06% ke Rp 16.790 per Dolar AS pada Kamis (8/1) Siang

“Peringkat dibatasi oleh struktur permodalan dan kebijakan keuangan yang moderat, sensitivitas terhadap siklus industri, dan risiko terkait dengan ekspansi proyek – proyek baru,” tulis Pefindo dalam laporannya. 

Pefindo menyampaikan bahwa peringkat ini telah memperhitungkan akuisisi atas Aster Chemicals and Energy Pte Ltd pada April 2025, Chevron Philips Singapore Chemicals pada Agustus 2025, dan condensate splitter unit pada Juni 2025. Pefindo melihat bahwa hal tersebut dapat memperkuat integrasi vertikal dan diversifikasi produk yang akan berpengaruh positif pada pangsa pasar dan margin laba dalam jangka menengah sampai Panjang. Terutama setelah perusahaan mengoperasikan secara penuh aset – asetnya. 

Pefindo berpandangan bahwa tahun 2026 akan menjadi kunci bagi TPIA yang mana perusahaan diekspektasikan akan memfinalisasi sejumlah proses peremajaan proyek – proyek barunya dan akan mulai menghasilkan margin laba yang positif. 

Selama proses ini Pefindo menilai TPIA masih memiliki likuiditas yang cukup dan fleksibilitas keuangan yang kuat untuk membiayai belanja modal, modal kerja, serta utang yang jatuh tempo. 

Pefindo dapat menaikkan peringkat jika TPIA memperkuat manajemen operasinya yang tercermin pada kemampuan perusahaan untuk menghasilkan EBITDA lebih dari yang diproyeksikan dan berdampak positif bagi profil keuangan. 

“Peringkat dapat diturunkan jika kami memandang terjadi penurunan secara terus menerus dalam profil keuangan perusahaan karena margin laba yang lebih lemah dari perkiraan sebagai akibat dari kenaikan harga bahan baku atau penurunan harga produk,” jelas Pefindo dalam laporannya.

Makin Tertekan, Rupiah Spot Melemah 0,12% ke Rp 16.800 per Dolar AS, Kamis (8/1) Pagi