
Ussindonesia.co.id , JAKARTA — Malaysia tercatat mengungguli Indonesia dalam jumlah initial public offering (IPO) pada 2025, sementara Singapura muncul sebagai pasar dengan nilai penghimpunan dana terbesar di Asia Tenggara.
Melansir data Deloitte Southeast Asia sampai dengan 15 November 2025, Malaysia membukukan 48 penawaran umum perdana dengan total raihan dana sebesar US$1,1 miliar. Sebagian besar IPO tersebut berasal dari pencatatan di ACE Market atau papan pencatatan khusus di Bursa Malaysia.
Sepanjang tahun ini, penawaran umum perdana di Malaysia didominasi sektor produk industri dan konsumer. Dua di antaranya, yakni THMY Holdings Berhad dan Oriental Kopi Holdings Berhad mencatat kenaikan harga saham signifikan pada debut perdagangannya masing-masing sebesar 193,55% dan 98,86%.
: Merger BUMN Karya, Brantas Abipraya Detailkan Rencana di 2026
Di sisi lain, Indonesia menempati posisi kedua dengan jumlah IPO mencapai 24 emiten dan total dana US$921 juta atau setara Rp15,35 triliun. Dari jumlah tersebut, sektor energi dan sumber daya menjadi penyumbang terbesar. PT Merdeka Gold Resources Tbk. (EMAS) memimpin dengan raihan dana IPO sebesar US$279 juta dan PT Chandra Daya Asri Tbk. (CDIA) US$144 juta.
Adapun sektor real estat didukung IPO PT Bangun Kosambi Sukses Tbk. (CBDK), sementra sektor konsumer dipimpin PT Yupi Indo Jelly Gum Tbk. (YUPI).
: : Pergerakan Harga Emas Hari Ini Selasa, 18 November 2025 di Pasar Dunia
Astra Yupi Indo Jelly. – TradingView
Tay Hwee Ling, Deloitte Southeast Asia Capital Markets Services Leader menyampaikan aktivitas penawaran umum di Indonesia mayoritas berasal dari sektor industri, energi, konsumer, dan layanan kesehatan. “Investor mengutamakan perusahaan berfundamental kuat dan prospek jangka panjang,” ujarnya dalam konferensi pers daring, Selasa (18/11/2025).
Sementara itu, dari sisi nilai, Singapura menempati posisi teratas di Asia Tenggara dengan sembilan emiten yang melakukan IPO meraih dana US$1,6 miliar atau setara dengan Rp26,67 triliun hingga 15 November 2025.
: : Harga Bitcoin Runtuh, Investor ETF Kripto Berbalik Rugi
Tay Hwee menuturkan dua IPO Real Estate Investment Trust (REIT) yakni NTT DC REIT dan Centurion Accommodation REIT menjadi kontributor utama.
Masing-masing transaksi bernilai lebih dari US$500 juta dan secara kolektif menyumbang 88% dari total dana terhimpun. Pasar IPO Singapura pun mencatat kinerja terbaik sejak 2019. Performa setelah IPO juga solid dengan rata-rata harga saham naik 12% pada hari pertama dan 29% sepanjang tahun berjalan.
“Pemulihan pasar Singapura terdorong oleh reformasi regulasi dan IPO berskala besar, yang menandai kembalinya kepercayaan investor serta meningkatnya minat dari investor regional dan global,” pungkas Tay Hwee.
—
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.