
Ussindonesia.co.id JAKARTA. PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) terus berekspansi dengan mengembangkan produk turunan dari energi panas bumi. Kali ini, PGEO memulai pilot project pengembangan hidrogen hijau di Ulubelu, Lampung.
Pihak PGEO menggelontorkan dana sebesar US$ 3 juta untuk pilot project tersebut. Sejauh ini proyek tersebut masih bersifat non-komersial dan difokuskan pada pengujian teknologi, aspek keselamatan, dan model bisnis sebelum dikembangkan dalam skala yang lebih besar.
Dalam berita sebelumnya, Manajemen PGEO menargetkan fasilitas hidrogen hijau ini ditargetkan beroperasi pada kuartal IV-2026. Fasilitas ini dirancang memiliki kapasitas produksi sekitar 80-100 kilogram (kg) per hari yang mana hidrogen dihasilkan dari listrik panas bumi.
PGEO dan Green Power Group (LABA) Gelar RUPSLB Hari Ini, Simak Rekomendasi Sahamnya
Kepala Riset Korea Investment & Sekuritas Indonesia (KISI) Muhammad Wafi menyampaikan, lantaran masih berstatus pilot project, kemungkinan proyek hidrogen hijau belum akan memberi dampak signifikan bagi PGEO pada 2026. Namun, proyek ini tetap penting bagi PGEO karena akan membuka pintu diversifikasi pendapatan dari luar segmen kelistrikan.
Risiko utama dari proyek hidrogen hijau adalah belum matangnya ekosistem energi tersebut di Indonesia. Hal ini terlihat dari minimnya pembeli atau offtaker yang siap menyerap produk hidrogen hijau di pasar domestik.
“Keekonomian proyek ini juga bergantung pada insentif harga karbon dan kesiapan infrastruktur pendukung yang sampai sekarang masih di tahap awal,” ujar dia, Kamis (12/2/2026).
Pertamina Geothermal Energy (PGEO) Akan Bangun PLTP Baru, Cek Rekomendasinya
Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta mengatakan, proyek hidrogen hijau kemungkinan baru akan memberi dampak besar bagi kinerja PGEO pada 2027 mendatang. Hal ini tentu dengan catatan pelaksanaan pilot project berjalan lancar dan PGEO bisa menemukan potensi komersialisasi yang besar dari produk tersebut.
“Proyek ini dibutuhkan oleh PGEO yang ingin memaksimalkan panas bumi dari sektor non-kelistrikan,” katanya, Kamis (12/2/2026).
Secara umum, prospek kinerja PGEO tergolong solid berkat optimalisasi kapasitas panas bumi yang terpasang dan stabilitas recurring income.
Nafan merekomendasikan add saham PGEO dengan target harga di level Rp 1.305 per saham. Di lain pihak, Wafi merekomendasikan beli saham PGEO dengan target harga di level Rp 1.250 per saham.
PGEO Jadi Pelaksana Penugasan Survei Wilayah Panas Bumi Cubadak Panti