
Ussindonesia.co.id JAKARTA. Harga platinum berjangka melonjak melewati US$ 2.600 per ons troi pada Jumat (23/1). Platinum mencetak rekor tertinggi baru sepanjang masa, didorong oleh pasokan yang ketat, permintaan industri yang kuat, dan reli logam mulia yang lebih luas.
Seperti dikutip Tradingeconomics, Jumat (23/1), Afrika Selatan, yang memproduksi sekitar 70% dari produksi global, menghadapi investasi pertambangan yang terbatas, sementara daur ulang tetap lesu, sehingga terjadi defisit struktural berkelanjutan.
Sementara itu, sektor otomotif terus mendukung penggunaan di tengah adopsi kendaraan listrik, sementara aplikasi industri di bidang kimia, pupuk, serat optik, dan sel bahan bakar hidrogen kembali pulih.
Permintaan perhiasan di Tiongkok, Amerika Utara, dan India memberikan dukungan lebih lanjut terhadap harga platinum.
Analis memproyeksikan platinum dapat mencapai sekitar US$ 2.800 per ons troi pada tahun 2026, dengan harga melonjak hampir 20% hanya dalam bulan Januari.
Platinum diuntungkan dari reli emas karena investor terus mencari tempat berlindung yang aman di tengah ketegangan perdagangan dan politik global yang terus berlanjut.
Sementara data ekonomi AS yang lebih lemah dan sinyal dovish dari Federal Reserve telah memicu taruhan pada pemotongan suku bunga di masa mendatang, melemahkan dolar dan mendukung kenaikan harga logam mulia.