
Pembuat AI Claude, Anthropic dan pembuat ChatGPT, OpenAI berencana melakukan penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO). Apa keunggulan masing-masing AI buatan kedua perusahaan ini?
Reuters melaporkan Anthropic telah mengajukan dokumen IPO kepada regulator pasar modal Amerika Serikat pada 1 Juni. Langkah ini memungkinkan perusahaan melanjutkan proses menuju IPO tanpa harus langsung membuka data keuangan ke publik.
Menurut Reuters, Anthropic terakhir kali memperoleh valuasi sekitar US$ 965 miliar atau Rp 17.257 triliun (kurs Rp 17.883 per dolar AS) setelah putaran pendanaan terbaru US$ 65 miliar. Nilai ini bahkan melampaui valuasi OpenAI saat ini sekitar US$ 852 miliar atau Rp 15.238,3 triliun.
Sementara itu, Bloomberg melaporkan Anthropic mempertimbangkan IPO secepatnya pada Oktober dan telah berdiskusi dengan sejumlah bank investasi Wall Street terkait proses pencatatan saham.
Meski demikian, Anthropic belum mengumumkan jadwal pasti, harga saham, maupun jumlah saham yang akan dilepas ke publik.
Berbeda dengan Anthropic, OpenAI belum mengajukan dokumen IPO.
Pada November 2025, Chief Financial Officer OpenAI Sarah Friar mengatakan bahwa IPO ‘belum menjadi agenda saat ini’, karena perusahaan masih berfokus memperbesar skala bisnis dan infrastruktur.
Namun Reuters melaporkan OpenAI tengah melakukan berbagai persiapan internal untuk menjadi perusahaan publik. CEO OpenAI Sam Altman juga disebut tidak menutup kemungkinan IPO, meski belum menetapkan jadwal pasti.
Laporan Reuters sebelumnya menyebut sejumlah penasihat memperkirakan OpenAI dapat melantai di bursa pada akhir 2026 atau 2027 dengan valuasi mendekati US$ 1 triliun.
OpenAI memiliki sejumlah produk, di antaranya:
- ChatGPT yang sudah digunakan sekitar 900 juta pengguna aktif mingguan dan lebih dari 50 juta pelanggan berbayar, untuk pencarian informasi, penulisan, analisis data, pemrograman, hingga pembuatan gambar. ChatGPT menyumbang sekitar 40% pendapatan OpenAI.
- Codex, alat AI untuk pemrograman yang menjadi fokus utama dalam transformasi ChatGPT menjadi “superapp”. Reuters menyebut Codex menjadi magnet utama pelanggan berbayar OpenAI.
- Ekosistem Enterprise melalui integrasi AI ke berbagai aplikasi bisnis, layanan cloud, dan alat produktivitas.
Sementara itu, beberapa produk Anthropic di antaranya:
- Claude, yang banyak digunakan perusahaan untuk analisis dokumen panjang, coding, dan otomasi pekerjaan profesional.
- Claude Code yang mendapat adopsi kuat dari kalangan pengembang dan menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan bisnis perusahaan.
- Claude Opus 4.8 yang diklaim memiliki peningkatan kemampuan penalaran dan lebih jujur dalam mengakui ketidakpastian dibanding model sebelumnya.
- Mythos. Reuters melaporkan Mythos memiliki kemampuan keamanan siber (cybersecurity) yang sangat kuat sehingga menarik perhatian perusahaan teknologi besar dan pemerintah. Namun kemampuan tersebut juga memunculkan kekhawatiran terkait risiko keamanan.
Saat ini Anthropic berada di posisi terdepan dalam perlombaan menjadi perusahaan AI murni pertama yang IPO. Namun OpenAI masih memiliki basis pengguna terbesar.