Wall Street ditutup turun Kamis (19/2), Nvidia dan saham private equity tertekan

Ussindonesia.co.id  Bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup melemah pada Kamis (19/2/2026), terseret penurunan saham perusahaan private equity serta pelemahan saham raksasa seperti Apple dan Walmart.

Kenaikan saham sektor industri yang ditopang kinerja emiten membatasi tekanan lebih dalam.

Melansir Reuters, indeks S&P 500 turun 0,28% ke level 6.861,89. Nasdaq Composite melemah 0,31% ke 22.682,73, sementara Dow Jones Industrial Average terkoreksi 0,54% ke 49.395,16.

Harga Emas Antam Diproyeksi Menguat pada Momen Ramadan, Cermati Sentimen Penggeraknya

Saham perusahaan private equity anjlok setelah Blue Owl Capital memutuskan menjual aset senilai US$1,4 miliar dan membekukan penarikan dana (redemption) di salah satu reksadananya guna mengelola utang dan mengembalikan modal kepada investor.

Langkah tersebut memicu kekhawatiran baru terkait kualitas kredit dan eksposur pemberi pinjaman terhadap saham-saham perangkat lunak.

Saham Apollo Global Management, Ares Management, KKR & Co, serta Carlyle Group merosot antara 1,9% hingga 5,2%, sementara Blue Owl sendiri jatuh 6%.

Saham Apple turun 1,4% dan menjadi penekan terbesar bagi indeks S&P 500. Sementara itu, Walmart juga melemah 1,4% setelah CEO barunya, John Furner, memulai masa jabatan dengan proyeksi fiskal 2027 yang konservatif serta mengumumkan rencana pembelian kembali saham (buyback) senilai US$30 miliar.

Ekspansi Masif Dinilai Jadi Katalis Mayapada (SRAJ), Ini Rekomendasi Analis

Saham-saham teknologi terkait kecerdasan buatan (AI) mengalami volatilitas dalam beberapa bulan terakhir di tengah kekhawatiran valuasi yang sudah tinggi dan belum adanya bukti kuat bahwa investasi besar-besaran di AI telah mendorong pertumbuhan pendapatan dan laba secara signifikan.

“Pasar sedang mencoba memahami lini bisnis mana yang benar-benar terancam secara material oleh AI. Teknologi ini berkembang sangat cepat dan hari seperti ini terasa wajar. Kita berada di fase siklus di mana tidak semua pihak akan menjadi pemenang dan tidak semua ekspektasi akan terpenuhi,” ujar Keith Buchanan, manajer portofolio senior di GLOBALT Investments, Atlanta.

Di sisi lain, Deere & Co melonjak 11,6% setelah produsen alat berat pertanian itu menaikkan proyeksi laba tahunan dan melampaui estimasi kinerja kuartal pertama.

Indeks energi S&P 500 naik 0,6% seiring kenaikan harga minyak mentah akibat meningkatnya kekhawatiran konflik militer antara Amerika Serikat dan Iran. Sebaliknya, indeks keuangan S&P 500 turun 0,9%.

Laju Wall Street Terhenti, Saham Teknologi Tekan Indeks Setelah Reli Beberapa Hari

Saham Omnicom melonjak 15% setelah perusahaan periklanan tersebut melampaui estimasi pendapatan kuartal keempat. Sementara itu, Carvana merosot hampir 8% karena gagal memenuhi estimasi laba kuartal IV.

Penyedia perangkat lunak EPAM Systems anjlok 17% setelah memberikan proyeksi kuartal pertama yang berhati-hati dan mengecewakan investor.

Dari sisi kebijakan moneter, risalah rapat terbaru Federal Reserve yang dirilis Rabu menunjukkan para pembuat kebijakan masih terbelah mengenai arah kebijakan suku bunga tahun ini.

Investor juga mencermati data klaim pengangguran mingguan yang menunjukkan pasar tenaga kerja mulai stabil.

Fokus berikutnya tertuju pada laporan Personal Consumption Expenditures (PCE), indikator inflasi favorit The Fed yang akan dirilis Jumat untuk mencari petunjuk arah suku bunga.

Berdasarkan CME FedWatch Tool, pelaku pasar memperkirakan peluang 50% bahwa The Fed akan memangkas suku bunga pada pertemuan kebijakan Juni mendatang.