
Ussindonesia.co.id NEW YORK. Bursa saham Amerika Serikat (AS) bergerak beragam pada perdagangan Selasa (27/1/2027). Indeks S&P 500 mencetak rekor penutupan tertinggi dan menguat untuk hari kelima berturut-turut, ditopang kinerja saham teknologi dan sejumlah laporan keuangan emiten.
Namun, pelemahan tajam saham asuransi kesehatan menahan laju penguatan pasar secara keseluruhan.
S&P 500 ditutup naik 0,41% ke level 6.978,58. Nasdaq Composite melesat 0,91% ke 23.817,09 dan mencapai level tertinggi sejak akhir Oktober. Sebaliknya, Dow Jones Industrial Average turun 0,83% ke 49.000,82 akibat tekanan dari saham sektor kesehatan.
Tekanan terbesar datang dari UnitedHealth yang memimpin pelemahan di sektor kesehatan dan Dow Jones.
Wall Street Dibuka Mixed Selasa (27/1), Saham Asuransi Tertekan Isu Tarif Medicare
Saham perusahaan ini tertekan setelah pemerintahan Donald Trump mengusulkan kenaikan tarif pembayaran Medicare untuk perusahaan asuransi, di tengah proyeksi pendapatan UnitedHealth tahun 2026 yang mengecewakan.
Saham asuransi lain seperti Humana dan CVS juga ikut melemah.
Di sisi lain, sejumlah laporan keuangan memberikan sentimen positif. Saham United Parcel Service (UPS) melonjak setelah memproyeksikan pendapatan yang lebih tinggi pada 2026, sekaligus mendorong kenaikan saham FedEx.
Saham General Motors juga menguat setelah membukukan laba inti kuartal IV yang lebih tinggi.
Saham-saham teknologi kembali menjadi penopang utama pasar. Microsoft, Nvidia, Apple, Amazon, dan Broadcom melanjutkan penguatan seiring antisipasi laporan keuangan emiten berkapitalisasi besar yang mulai dirilis pekan ini.
IPO Asia Tenggara Naik 76% pada 2025, Deloitte Sebut Indonesia Ditopang Sektor Energi
Dengan dorongan tersebut, S&P 500 sempat menyentuh rekor intraday dan mendekati level psikologis 7.000.
“Pasar hari ini terlihat terbelah. Dow tertekan oleh isu premi Medicare, sementara sektor lain cenderung bertahan sambil menunggu pekan besar laporan keuangan,” ujar Kepala Strategi Pasar Osaic Wealth, Phil Blancato.
Data ekonomi menunjukkan kepercayaan konsumen AS turun tajam pada Januari ke level terendah sejak 2014. Meski demikian, pelaku pasar relatif mengabaikan data tersebut dan tetap fokus pada laporan keuangan perusahaan.
Di sektor teknologi, saham Corning melonjak tajam setelah perusahaan pembuat Gorilla Glass itu menandatangani kesepakatan hingga US$6 miliar dengan Meta untuk penyediaan kabel serat optik bagi pusat data kecerdasan buatan (AI).
Perhatian pasar kini tertuju pada laporan keuangan Meta, Microsoft, dan Tesla yang akan dirilis Rabu (28/1), menandai dimulainya laporan dari kelompok “Magnificent Seven”.
Wall Street: S&P 500 dan Dow Jones Naik, Didorong Rilis Kinerja Perusahaan Teknologi
Hasilnya dinilai akan menguji reli saham berbasis AI yang menopang Wall Street sepanjang setahun terakhir.
Secara keseluruhan, sebanyak 102 perusahaan anggota S&P 500 dijadwalkan merilis kinerja pekan ini. Dari 64 emiten yang sudah melapor hingga Jumat lalu, sekitar 79,7% melampaui ekspektasi analis, menurut data LSEG.
Di luar itu, saham Boeing bergerak fluktuatif setelah berbalik mencatat laba kuartal IV berkat penjualan unit usaha, meski kerugian di dua divisi terbesarnya lebih besar dari perkiraan.
Di sektor penerbangan, saham American Airlines anjlok karena badai musim dingin diperkirakan menekan kinerja kuartal I, meski proyeksi laba 2026 melampaui estimasi. JetBlue juga melemah setelah membukukan rugi kuartalan yang lebih besar akibat cuaca buruk dan penutupan sebagian pemerintahan.
Wall Street Ditutup Menguat Jelang Musim Laporan Keuangan dan Rapat The Fed
Selain musim laporan keuangan, investor juga menanti hasil rapat kebijakan Federal Reserve yang dimulai Selasa.
Pasar secara luas memperkirakan bank sentral AS akan mempertahankan suku bunga, dengan fokus pada arah kebijakan dan dinamika internal dewan gubernur ke depan.