Internet rakyat jadi game changer solusi sinergi (WIFI), cek rekomendasi sahamnya

Ussindonesia.co.id – JAKARTA. Prospek kinerja PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) alias Surge pada 2026 dinilai semakin menarik seiring peluncuran komersial layanan 5G Fixed Wireless Access (FWA) melalui merek IRA – Internet Rakyat.

Untuk diketahui, WIFI melalui anak usahanya, PT Telemedia Komunikasi Pratama, resmi meluncurkan layanan 5G FWA dengan pita frekuensi 1,4 GHz merek IRA – Internet Rakyat. 

Adapun aktivasi layanan dimulai pada 19 Februari 2026. Dus, fase eksekusi komersial IRA telah dilakukan secara penuh.

Kehadiran IRA – Internet Rakyat memenuhi target program Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) dengan kecepatan internet mencapai 100 Mbps dan harga maksimum Rp 147.000. 

Cermati Rekomendasi Saham Pilihan Hari Ini (11/3), IHSG Berpotensi Menguat Lagi

Adapun IRA – Internet Rakyat menghadirkan paket fixed broadband di harga Rp 100.000 dengan kecepatan hingga 100 Mbps unlimited data tanpa batas kuota dan bebas biaya instalasi serta gratis sewa modem.

Managing Director Research dan Digital Production Samuel Sekuritas Indonesia Harry Su menilai, layanan FWA berpotensi menjadi game changer sekaligus pendorong utama pertumbuhan bisnis WIFI dalam beberapa tahun ke depan.

“Kami melihat FWA sebagai game changer dan growth driver untuk WIFI dengan kontribusi pendapatan lebih dari 40% dalam tiga tahun ke depan,” ujar Harry kepada Kontan, Senin (9/3/2026).

Menurutnya, hal ini sejalan dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap akses internet berkecepatan tinggi.

Selain ekspansi tersebut, kinerja WIFI juga akan dipengaruhi oleh sejumlah faktor makro dan dinamika industri telekomunikasi. Salah satunya adalah daya beli masyarakat yang berperan penting dalam menentukan tingkat adopsi layanan internet rumah tangga.

Di sisi lain, tingkat persaingan di industri telekomunikasi juga akan menjadi faktor yang menentukan perkembangan layanan FWA maupun fixed broadband berbasis fiber to the home (FTTH) milik WIFI.

  WIFI Chart by TradingView  

Consumer purchasing power dan persaingan di industri telko akan menentukan kinerja FWA dan FTTH WIFI ke depan,” jelasnya.

Melansir laporan keuangan, WIFI meraup pendapatan bersih sebesar Rp 1,01 triliun per 30 September 2025 atau melonjak 100,99% yoy Rp 504,95 miliar. Pun laba bersih mencapai Rp 260,09 miliar atau melonjak 71,03% yoy dari Rp 152,07 

Dengan mempertimbangkan prospek pertumbuhan tersebut, Harry merekomendasikan buy untuk saham WIFI dengan target harga di level Rp 5.200 per saham.