Brigit Biofarmaka (OBAT) gelar RUPST 11 Mei, bahas kinerja hingga penggunaan laba

Ussindonesia.co.id JAKARTA. PT Brigit Biofarmaka Teknologi Tbk (OBAT) menjadwalkan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 11 Mei 2026. Agenda ini menjadi forum evaluasi kinerja sekaligus penentuan arah strategis perseroan ke depan.

Direktur Utama OBAT Is Heriyanto menyatakan, RUPST merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menjaga tata kelola yang baik (good corporate governance).

“RUPST menjadi ruang evaluasi menyeluruh atas kinerja tahun buku 2025 sekaligus memperkuat fondasi operasional ke depan,” ujarnya dalam keterangan resmi, Sabtu (18/4/2026).

Cermati Prediksi IHSG dan Rekomendasi Saham di Awal Pekan Depan

Rapat akan digelar di Harris Hotel & Convention Solo dengan sejumlah agenda utama, antara lain persetujuan laporan tahunan 2025, termasuk laporan kegiatan, laporan pengawasan Dewan Komisaris, serta laporan keuangan audit konsolidasi perseroan dan entitas anak.

Selain itu, pemegang saham juga akan dimintai persetujuan terkait penggunaan laba bersih tahun buku 2025, penunjukan akuntan publik untuk audit tahun buku 2026, serta penetapan remunerasi Direksi dan Dewan Komisaris.

Menurut Heriyanto, seluruh agenda tersebut merupakan agenda rutin yang dilaksanakan sesuai Anggaran Dasar dan ketentuan peraturan perundang-undangan.

“RUPST tidak hanya menjadi kewajiban tahunan, tetapi juga forum strategis untuk memperkuat kepercayaan pemegang saham terhadap arah pertumbuhan perseroan,” tambahnya.

Adapun pemegang saham yang berhak hadir adalah mereka yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham per 16 April 2026 pukul 16.00 WIB.

Naik dari Tahun Lalu, Dharma Polimetal (DRMA) Bagikan Dividen Rp 329,4 Miliar

Partisipasi dapat dilakukan secara langsung maupun melalui sistem elektronik eASY KSEI yang disediakan oleh PT Kustodian Sentral Efek Indonesia.

Bagi yang berhalangan hadir, perseroan menyediakan mekanisme pemberian kuasa sesuai ketentuan yang berlaku.

Perseroan juga memastikan bahan rapat telah tersedia melalui situs resmi sejak tanggal pemanggilan hingga pelaksanaan RUPST.

“Melalui RUPST, kami ingin memastikan setiap langkah strategis mampu mendorong ekspansi usaha dan membuka peluang pertumbuhan di berbagai segmen pasar,” tutup Heriyanto.

Hingga penutupan perdagangan Jumat (17/4/2026), saham OBAT berada di level Rp 338 per saham, turun 1,74% secara harian. Secara tahun berjalan, saham ini telah terkoreksi 12,89%.

  OBAT Chart by TradingView