Menadah dividen jumbo emiten batu bara

Ussindonesia.co.id JAKARTA — Musim dividen kembali menjadi daya tarik utama saham emiten batu bara, meski kinerja harga komoditas mulai melemah. Imbal hasil yang masih tinggi menjaga minat investor, namun keberlanjutannya kian dipertanyakan saat sektor ini memasuki fase akhir siklus.

Sorotan pasar kini tertuju pada agenda pembagian dividen dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) sejumlah emiten besar seperti PT United Tractors Tbk. (UNTR), PT Indo Tambangraya Megah Tbk. (ITMG), dan PT Alamtri Resources Indonesia Tbk. (ADRO) setelah tren penurunan terlihat sejak berakhirnya supercycle batu bara pada 2022.

Kala itu, emiten batu bara menikmati lonjakan laba dan membagikan dividen jumbo. UNTR misalnya, mencatat dividen Rp7.003 per saham dengan rasio pembayaran hingga 121% dari laba bersih. ITMG bahkan membagikan Rp10.544 per saham, sementara ADRO menebar dividen hingga US$1 miliar.

Namun, euforia tersebut mulai mereda. Dividen UNTR turun menjadi Rp2.151 per saham pada tahun buku 2024, ITMG menyusut ke Rp3.473 per saham, sementara ADRO juga mengalami penyesuaian nilai dividen.

Penurunan ini sejalan dengan normalisasi harga batu bara global yang tak lagi berada di level puncak. Analis Indo Premier Sekuritas Imam Gunadi menilai, meski sektor ini masih menarik, ruang kenaikan harga relatif terbatas.

“Dukungan terhadap harga batu bara bersifat sementara dan kecil kemungkinan kembali ke level puncak 2022,” ujarnya kepada Bisnis, Senin (13/4).

Meski demikian, daya tarik utama sektor ini belum sepenuhnya pudar. Dividend yield yang ditawarkan masih tergolong tinggi dibandingkan sektor lain. Imam memperkirakan yield ITMG masih berada di kisaran 8%–9%, sementara UNTR sekitar 5%–8% dalam beberapa tahun ke depan.

Kondisi ini membuat saham batu bara tetap menjadi incaran investor berburu dividen. Direktur Purwanto Asset Management Edwin Sebayang menegaskan bahwa dividen masih menjadi alasan utama investor masuk ke sektor ini.

“Potensi dividend yield batu bara masih sangat atraktif dibandingkan dengan sektor lain,” ujarnya.