
Ussindonesia.co.id , JAKARTA — Indeks Bisnis-27 dibuka menguat seiring dengan kenaikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Selasa (10/3/2026). Saham NCKL, BUMI, INKP, dan JPFA tercatat memimpin kenaikan.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), indeks hasil kerja sama Bursa dengan harian Bisnis Indonesia ini naik 1,58% ke 501,79 hingga pukul 09.02 WIB. Tercatat, sebanyak 23 saham menguat, 3 saham turun, dan 1 stagnan.
Saham dengan kenaikan paling tinggi ditempati oleh PT Trimegah Bangun Persada Tbk. (NCKL) yang naik 4,72% ke Rp1.330 per saham. Posisi ini diikuti PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) yang tumbuh 4,55% menjadi Rp230.
: Indeks Bisnis-27 Ditutup di Zona Merah, BBNI Tetap Cuan Sendiri
Sementara itu, saham PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. (INKP) menguat 4,23% ke Rp9.250, dan saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (JPFA) membukukan kenaikan sebesar 3,23% menuju level Rp2.240 per saham.
Adapun penurunan harga ditorehkan saham PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) yang melemah 2,66% menjadi Rp1.645, dan PT Dharma Satya Nusantara Tbk. (DSNG) mencatat penurunan sebesar 0,36% ke Rp1.370.
: : Indeks Bisnis-27 Bergerak di Zona Merah Pagi Ini (9/3), Medco Beda Arah
IHSG sendiri dibuka menguat 1,64% ke 7.457,66 hingga pukul 09.02 WIB. Hari ini, indeks komposit dibuka pada level 7.443,05 dan sempat ke posisi 7.472,79.
Sementara itu, pada perdagangan hari ini, indeks komposit diprediksi memiliki peluang melakukan technical rebound dengan target uji resisten di level 7.400.
: : Indeks Bisnis-27 Ditutup Lesu, Saham BRPT, BUMI hingga MEDC Jadi Pemberat
Head of Research Phintraco Sekuritas, Valdy Kurniawan, menjelaskan bahwa pada perdagangan sebelumnya, IHSG ditutup melemah signifikan sebesar 3,27% ke level 7.337,37. Penurunan ini dipicu kepanikan pasar terkait penutupan Selat Hormuz yang mendongkrak harga minyak mentah ke atas US$100 per barel.
“IHSG diperkirakan berpotensi mengalami technical rebound dan berpeluang menguji rentang resisten di level 7.400-7.480 pada hari ini,” ujar Valdy.
Valdy menambahkan, tekanan pada pasar modal kemarin dibarengi dengan pelemahan nilai tukar rupiah yang menyentuh Rp16.935 per dolar AS. Kekhawatiran inflasi dan perlambatan ekonomi global akibat krisis energi di Timur Tengah menjadi pemberat utama seluruh sektor saham.
Dari sisi domestik, pasar juga mencermati penurunan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) ke level 125,2 pada Februari 2026. Penurunan tersebut mencerminkan melemahnya prospek ekonomi serta ekspektasi pendapatan dan ketersediaan lapangan kerja untuk enam bulan ke depan.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.