Efek domino MSCI, Nomura susul Goldman Sachs dan UBS turunkan rating saham RI

Ussindonesia.co.id , JAKARTA — Nomura Holdings Inc. menjadi lembaga keuangan global terbaru yang menurunkan peringkat saham Indonesia, menyusul langkah Goldman Sachs Group Inc. dan UBS, di tengah meningkatnya kekhawatiran soal kelayakan investasi (investability) pasar saham domestik setelah peringatan dari MSCI Inc.

Dalam catatan riset terbarunya, Nomura menurunkan peringkat saham Indonesia menjadi netral dari overweight, dengan alasan meningkatnya risiko investability serta potensi arus keluar dana pasif apabila status Indonesia di indeks global kembali ditinjau.

“Peringatan MSCI mengenai potensi penurunan status Indonesia ke frontier market menjadi kejutan bagi kami dan pasar,” tulis strategist Nomura, Chetan Seth, seperti dikutip Bloomberg, Senin (2/2/2026).

: Ramalan IHSG Tetap Tembus 9.000 pada 2026 Usai Diguncang MSCI

Nomura menyebut sikap positif mereka sebelumnya terhadap pasar saham Indonesia didasarkan pada valuasi relatif yang menarik, ekspektasi stabilisasi ekonomi dan laba korporasi, serta rendahnya ekspektasi pasar setelah periode kinerja yang tertinggal. Namun, risiko tambahan terkait arus keluar dana pasif membuat prospek jangka pendek menjadi lebih menantang.

Tekanan terhadap pasar saham Indonesia kembali terlihat pada perdagangan Senin (2/2), ketika Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat terkoreksi hingga 5,31% pada penutupan sesi I, dipimpin oleh pelemahan saham sektor pertambangan dan energi. Pelemahan tersebut sejalan dengan sentimen risk-off di kawasan regional, dipicu anjloknya harga logam dan penguatan dolar AS.

: : OPINI : Ambruknya IHSG Bukan Indikasi Ekonomi Memburuk

Aksi jual tersebut menjadi yang terdalam di antara indeks saham Asia, sekaligus menambah tekanan bagi Indonesia yang tengah berupaya menghindari penurunan peringkat pasar setelah MSCI pekan lalu menyoroti persoalan kelayakan investasi, khususnya terkait rendahnya free float saham.

Merespons kondisi tersebut, regulator pasar keuangan Indonesia telah mengumumkan serangkaian langkah reformasi, termasuk mengarahkan sovereign wealth fund Danantara untuk mendukung pasar melalui pembelian saham serta rencana menggandakan batas minimum free float menjadi 15%.

: : IHSG Dibuka Anjlok (2/2), Mensesneg: Bismillah Hari Ini Bisa Naik

Meski langkah-langkah tersebut sempat membantu memperbaiki sentimen, tercermin dari rebound IHSG pada Jumat lalu, sejumlah analis menilai ketidakpastian masih membayangi pasar.

Manajer dana Allspring Global Investments, Gary Tan, menilai pelemahan harga komoditas yang berkepanjangan berpotensi memaksa regulator membingkai reformasi secara lebih defensif dengan fokus pada stabilitas jangka pendek. Kondisi ini, menurutnya, dapat memperlambat momentum reformasi yang dibutuhkan untuk meningkatkan daya tarik pasar Indonesia dalam jangka panjang.

Langkah Nomura ini menambah daftar bank investasi global yang memangkas pandangan terhadap saham Indonesia.

Sebelumnya, UBS menurunkan peringkat saham Indonesia menjadi netral dari overweight, sejalan dengan Goldman Sachs yang lebih dulu memangkas rekomendasi menjadi underweight.

Goldman Sachs memperingatkan bahwa dalam skenario ekstrem, apabila Indonesia direklasifikasi dari emerging market menjadi frontier market, dana pasif yang mengikuti indeks MSCI berpotensi keluar hingga US$7,8 miliar.

Selain itu, potensi arus keluar tambahan juga bisa terjadi apabila FTSE Russell meninjau ulang metodologi free float pasar Indonesia.

Tekanan tersebut menempatkan pasar saham Indonesia dalam fase krusial, di mana efektivitas reformasi regulator dan kepastian kebijakan menjadi faktor utama yang dinanti investor global dalam beberapa bulan ke depan.

______

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.