Indeks Bisnis-27 dibuka memerah, tertekan pelemahan saham NCKL, INCO, dan MEDC

Ussindonesia.co.id , JAKARTA – Indeks Bisnis-27 dibuka di zona merah pada level 584,18 pada perdagangan akhir pekan, Jumat (13/2/2026). Sejumlah saham seperti NCKL, INCO, hingga MEDC menjadi saham-saham yang turun paling dalam di indeks ini.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), indeks hasil kerja sama dengan harian Bisnis Indonesia ini dibuka pada level 541,70. Indeks bergerak di kisaran 539,03 hingga 541,97 sepanjang perdagangan.

Dari 27 konstituen, terdapat empat saham yang dibuka naik ke zona hijau, empat saham stagnan, dan 19 saham lainnya parkir di zona merah.

: Indeks Bisnis-27 Parkir di Zona Merah, Saham BRPT hingga BBCA Jadi Pemberat

Emiten nikel PT Trimegah Bangun Persada Tbk. (NCKL) menjadi salah satu emiten yang melemah pagi ini. Saham NCKL turun 2,37% ke level Rp1.440 pada perdagangan pagi ini.

Kemudian saham PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) juga turun 1,76% ke level Rp6.975 pagi ini. Demikian juga dengan saham PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) yang ambrol 1,58% ke level Rp1.555 per saham.

: : Indeks Bisnis-27 Dibuka Menguat Hari Ini (12/2), Saham INCO, NCKL, dan UNTR Melaju

Emiten lainnya yang juga dibuka melemah dalam indeks ini adalah BUMI turun 1,48% ke level Rp266, dan saham KLBF yang turun 1,36% ke level Rp1.085.

Sementara itu, saham-saham yang menguat dalam indeks ini dialami oleh UNTR yang naik 1,74% ke level Rp29.250 per saham, saham MAPI naik 1,54% ke level Rp1.315, dan saham AMRT yang naik 1,33% ke level Rp1.910 per saham.

: : ACES Hingga CLEO Keluar dari Indeks MSCI Februari 2026, Analis: Tekanan Bersifat Sementara

Di sisi lain, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah pagi ini pada level 8.240. IHSG bergerak pada rentang 8.206-8.241.

Tercatat, 173 saham menguat, 251 saham melemah, dan 225 saham bergerak di tempat. Kapitalisasi pasar terpantau pada posisi Rp14.924 triliun.

______

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.