
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan ketersediaan beras domestik dalam kondisi aman di tengah potensi Indonesia menghadapi fenomena El Nino berkepanjangan. Ia mengatakan stok cadangan dan produksi beras saat ini cukup untuk menjaga ketahanan pangan dalam beberapa bulan ke depan.
Amran menilai pasokan beras cukup untuk memenuhi kebutuhan konsumsi dalam negeri hingga sekitar 10 hingga 11 bulan ke depan. Perhitungan ini juga telah memasukkan skenario terburuk jika El Nino menyebabkan musim kering selama enam bulan.
“Insyaallah sampai bulan Mei cukup, padahal panen puncak di Maret dan keringnya hanya enam bulan,” kata Amran di Istana Merdeka Jakarta pada Selasa (7/4).
Amran menyebutkan stok beras nasional saat ini mencapai sekitar 4,6 juta ton dan diproyeksikan meningkat menjadi 5 juta ton pada April ini. Ia menilai angka ini menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah, jauh melampaui kondisi normal pada periode yang sama yang biasanya hanya berkisar 1,5 juta hingga 2 juta ton.
Baca juga:
- Tentara AS-Israel Serang Pulau Kharg, Ledakan Guncang Pusat Minyak Terbesar Iran
- Restrukturisasi Utang Whoosh Rampung, Danantara Umumkan dalam Dua Pekan
- Lo Kheng Hong Pertebal Kepemilikan Saham GJTL, Total Genggam 219,8 Juta Saham
Lebih jauh Amran menjelaskan, konsumsi beras selama periode El Nino berkisar sekitar 2 juta ton per bulan. Artinya, dalam enam bulan musim kering, kebutuhan beras diperkirakan mencapai sekitar 12 juta ton. Volume konsumsi ini dinilai masih dapat ditopang oleh total stok dan produksi yang tersedia saat ini.
Amran turut memproyeksikan ketersediaan beras di sektor hotel, restoran, dan katering (horeka) serta potensi panen yang sedang berlangsung. Saat ini terdapat sekitar 12,5 juta ton stok di sektor horeka dan sekitar 11 juta ton tanaman padi yang siap panen. “Total 28 juta ton, itu cukup untuk 10 bulan – 11 bulan ke depan,” ujarnya.
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memperingatkan akan fenomena iklim Godzilla El Nino yang akan dimulai April 2026. Fenomena iklim El Nino super ini diperkirakan akan memperpanjang musim kemarau di Indonesia.
BRIN juga memprediksi potensi terjadinya Godzilla El Nino di Indonesia disertai dengan Indian Ocean Dipole (IOD) positif pada beberapa bulan mendatang. Kombinasi fenomena ini membuat musim kemarau menjadi lebih panjang dan lebih kering. Berdasarkan model iklim global, BRIN memprediksi El Nino akan berlangsung hingga Oktober 2026.