
Ussindonesia.co.id JAKARTA. PT Diastika Biotekindo Tbk (CHEK) terus memperkuat posisinya di sektor segmen life science nasional melalui produk Genomic Sequencing. Sepanjang 2025 produk tersebut telah meningkat 136% secara tahunan atau Year on Year (YoY).
Meski tidak dirinci, sebagai langkah awal pada 2026, CHEK telah mencapai kesepakatan kerja sama strategis dengan sejumlah laboratorium dan rumah sakit swasta bereputasi di Januari 2026.
Direktur Utama Diastika Biotekindo Yoshua Raintjung menjelaskan kolaborasi ini diharapkan dapat memperluas jangkauan layanan Genomic Sequencing, serta memperkuat posisi perusahaan di industri kesehatan dan riset nasional.
Simak Rekomendasi Saham Pilihan di Pekan Ini, IHSG Dibuka Menguat Hari Ini (26/1)
Menurutnya, dengan penetrasi di dua institusi medis bertaraf nasional dan internasional, CHEK tengah posisinya sebagai first mover untuk hasil akurasi tinggi dan harga terjangkau di industri pemeriksaan genomic.
“Kami melihat permintaan yang terus meningkat untuk layanan genom presisi, dan CHEK berada di posisi yang tepat untuk menangkap peluang tersebut,” kata Yoshua, Senin (26/1/2026).
Selain memperluas akses masyarakat terhadap pemeriksaan genomik yang akurat dan terjangkau, kata Yoshua, ekspansi ini juga diproyeksikan akan memberikan kontribusi signifikan terhadap revenue.
“Ini akan memberikan kontribusi signifikan terhadap revenue CHEK dengan metode pendapatan berulang dari segmen genomic testing, yang merupakan salah satu pilar utama pertumbuhan CHEK pasca IPO,” jelas dia.
CHEK Chart by TradingView
Secara global, pasar genomic diproyeksikan tumbuh dengan tingkat pertumbuhan tahunan majemuk (CAGR) antara 16,5%–17,4%. Yoshua bilang dukungan dari Eas Ventures dan World Health Organization (WHO) meningkatkan potensi pasar genomic Tanah Air.