
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Prospek PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL) diperkirakan tetap positif pada 2026, meski sahamnya terkoreksi 15,32% sepanjang tahun lalu.
Head of Research KISI Sekuritas, Muhammad Wafi, menilai penurunan harga saham justru membuka ruang valuasi yang lebih menarik bagi investor.
“Justru sekarang valuasinya menarik karena secara price to earnings sudah murah. Tahun ini diperkirakan masih positif mengingat sifat defensif sektor kesehatan. Masih ada ruang upside seiring stabilnya volume pasien, terutama JKN, setelah penyesuaian tarif,” ujar Wafi kepada Kontan, Senin (12/1/2026).
Menurut dia, rencana pembukaan tiga rumah sakit baru tahun ini dapat menjadi pendorong pertumbuhan pendapatan HEAL. Penambahan kapasitas akan langsung memperbesar kontribusi terhadap top line, meski dampaknya terhadap profit masih perlu waktu.
“Kontribusi ke bottom line tidak instan tahun ini karena ada fase ramp-up enam hingga dua belas bulan, di mana biaya operasional awal masih tinggi sebelum profitabilitas optimal di tahun berikutnya,” jelasnya.
Harga Emas Cetak Rekor Baru, Saham Emiten Emas Kompak Menghijau
Wafi menambahkan, ekspansi tersebut berpotensi menekan average bed occupancy ratio (BOR) pada tahap awal. Namun perbaikan margin tetap memungkinkan seiring bertambahnya intensitas layanan dan peningkatan utilisasi secara bertahap.
Dari sisi katalis, terdapat beberapa potensi pendorong kinerja yang dapat menggerakkan saham HEAL pada 2026.
“Kalau penyesuaian tarif pemerintah menguntungkan, ini bisa langsung angkat kinerja. Selain itu, potensi coordination of benefit untuk segmen menengah-atas juga menjadi pendorong positif,” kata Wafi.
Meski prospeknya cukup solid, investor tetap perlu mencermati sejumlah risiko utama. Inflasi medis, terutama pada harga obat dan alat kesehatan, berpotensi menekan beban operasional. Selain itu, regulasi teknis terkait implementasi KRIS juga perlu mendapat perhatian karena dapat mempengaruhi struktur layanan dan tarif.
Dengan mempertimbangkan faktor-faktor tersebut, Wafi menilai saham HEAL sudah kembali menarik untuk diperhatikan. Ia memberikan rekomendasi buy dengan target harga Rp1.550 per saham.
Tether (USDT) Dua Wajah di Iran dan Venezuela