Rekam jejak dividen ANTM sejak 2019, jelang RUPS Antam 10 Juni 2026

Ussindonesia.co.id , JAKARTA — PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) mengumumkan rencana penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) untuk tahun buku 2025 yang akan dilaksanakan pada Rabu, 10 Juni 2026.

Berdasarkan keterbukaan informasi, manajemen Antam menjelaskan bahwa rapat akan diselenggarakan secara elektronik melalui fasilitas Electronic General Meeting System KSEI (eASY.KSEI). Perseroan menjadwalkan pemanggilan rapat yang memuat mata acara detail pada 19 Mei 2026. 

“Pemegang saham yang berhak hadir adalah mereka yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan pada penutupan perdagangan Senin, 18 Mei 2026 hingga 16.00 WIB,” tulis manajemen dalam pengumumannya.

: Penjualan Emas Antam (ANTM) Tembus Rp23,89 Triliun Kuartal I/2026

Selain itu, pemegang saham yang mewakili 1/20 atau lebih dari jumlah seluruh saham dengan hak suara sah, serta Pemegang Saham Seri A Dwiwarna, diberikan kesempatan untuk mengusulkan mata acara rapat. Usulan tersebut harus diajukan secara tertulis paling lambat pada Selasa, 12 Mei 2026. 

Agenda RUPST mendatang menjadi sorotan, terutama terkait penetapan penggunaan laba bersih perseroan untuk kinerja tahun buku 2025. 

: : PP Presisi (PPRE) Raih Proyek Bauksit Antam (ANTM) Senilai Rp870 Miliar

Sebagai catatan, pada RUPST sebelumnya yang digelar Juni 2025, emiten anggota holding MIND ID ini memutuskan untuk membagikan dividen sebesar 100% dari laba bersih, yakni Rp3,6 triliun atau setara Rp151,77 per saham.

Berdasarkan rekam jejaknya, Antam dikenal sebagai emiten yang loyal dalam membagikan laba kepada pemegang saham. Sejak 2019, perusahaan tak pernah absen menebar dividen dengan rasio pembayaran yang cenderung menanjak.

: : Proyeksi Laba BUMN 2026: Bank Jumbo Tumbuh Moderat, ANTM Kian Agresif

Pada tahun buku 2019 dan 2020, emiten pertambangan logam pelat merah ini menetapkan dividend payout ratio (DPR) sebesar 35%. Rasio ini kemudian meningkat menjadi 50% untuk laba tahun buku 2021 dan 2022. 

Puncaknya terjadi pada tahun buku 2023 dan 2024. Antam tercatat menyepakati rasio pembayaran dividen sebesar 100% dari total laba bersih.

Besaran dividen yang royal tersebut juga memberikan kontribusi signifikan bagi pendapatan negara melalui setoran ke MIND ID. Pada tahun buku lalu saja, Antam menyetorkan sekitar Rp2,36 triliun kepada induk holding tambang tersebut, sesuai dengan porsi kepemilikan saham MIND ID sebesar 65%.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.