RUPST OCBC NISP 2026: Jadwal hingga rencana buyback saham

Ussindonesia.co.id , JAKARTA — PT Bank OCBC NISP Tbk. (NISP) akan melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 9 April 2026.

Dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), manajemen OCBC NISP mengungkapkan salah satu agenda RUPST yakni rencana pembelian kembali saham perseroan (share buyback) dan pengalihan saham hasil buyback untuk pemberian remunerasi yang bersifat variabel.

“Perseroan akan menyelenggarakan RUPST pada Kamis, 9 April 2026 dengan salah satu agenda adalah rencana pembelian kembali saham Perseroan dan pengalihan saham hasil buyback,” ungkap manajemen, dikutip pada Rabu (25/2/2026).

: Unit Usaha Syariah Bank OCBC NISP (NISP) Cetak Laba Rp68,31 Miliar 2025

Direktur Bank OCBC NISP Hartati menyampaikan nilai transaksi buyback oleh perseroan diperkirakan maksimal Rp1 miliar, termasuk komisi perantara pedagang efek dan biaya-biaya lainnya yang terkait.

“Perkiraan biaya yang diperlukan untuk melakukan pembelian kembali saham adalah maksimal Rp1 miliar,” ungkap Hartati dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI).

: : Bank OCBC NISP (NISP) Cetak Laba Bersih Rp5,1 Triliun Sepanjang 2025

Adapun, saham perseroan yang akan dibeli kembali sebesar 0,002% dari total saham yang telah dikeluarkan dan disetor penuh atau sebesar 438.000 lembar saham.

Dia menuturkan, aksi korporasi itu dilakukan dalam rangka pemberian remunerasi yang bersifat variabel atas kinerja 2025 kepada manajemen dan karyawan. 

: : OCBC Sekuritas Jagokan Saham Teknologi hingga Konsumer Tahun Ini

Langkah itu sebagaimana diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No.45/POJK.03/2015 tentang Penerapan Tata Kelola dalam Pemberian Remunerasi bagi Bank Umum.

Lebih lanjut, Hartati menyebut bahwa pelaksanaan buyback dalam rangka pemberian remunerasi yang bersifat variable kepada manajemen dan karyawan ini juga sesuai dengan POJK No.29/2023 tentang Pembelian Kembali Saham yang Dikeluarkan oleh Perusahaan Terbuka serta akan dilaksanakan dengan mengikuti peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Dia meyakini, aksi korporasi itu tidak akan memberikan dampak negatif secara material terhadap kegiatan usaha perseroan. Pasalnya, OCBC NISP memiliki modal kerja dan arus kas yang cukup untuk melakukan pembiayaan transaksi bersamaan dengan kegiatan usaha perseroan.

Kinerja Keuangan 2025

Sepanjang 2025, OCBC NISP membukukan laba bersih setelah pajak senilai Rp5,1 triliun, meningkat 4% secara tahunan (year on year/YoY) dari periode yang sama tahun lalu Rp4,9 triliun.

Capaian positif itu utamanya ditopang oleh kenaikan pendapatan operasional sebesar 10% menjadi Rp13,1 triliun hingga Desember 2025.

Dari sisi intermediasi, OCBC NISP tercatat menyalurkan kredit sebesar Rp173,4 triliun. Realisasi itu meningkat 2% YoY dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kualitas kredit OCBC NISP tetap terjaga baik. Hal tersebut tercermin dari rasio NPL Gross yang terkendali di level 1,9%. Rasio pencadangan NPL juga memadai sebesar 226,0%.

Sementara itu, kondisi likuiditas bank juga tetap berada pada posisi yang baik. Pada 2025, Liquidity Coverage Ratio (LCR) tercatat sebesar 240,9%. Dana pihak ketiga (DPK) yang berhasil dihimpun perseroan tumbuh 18% YoY menjadi Rp243,5 triliun, dari tahun lalu Rp205,9 triliun.

Pertumbuhan DPK sepanjang 2025 ini utamanya ditopang oleh pertumbuhan giro dan tabungan (Current Account Saving Account/CASA) sebesar 24% YoY menjadi Rp141,1 triliun. Peningkatan tersebut mendorong rasio CASA naik menjadi 58,0% dibandingkan 55,3% pada tahun sebelumnya.

Dari sisi permodalan, tingkat kecukupan modal Bank (Capital Adequacy Ratio/CAR) juga meningkat menjadi 24,5% dari 23,6% pada tahun sebelumnya, memberikan ruang yang memadai untuk mendukung pertumbuhan usaha ke depan.