
Ussindonesia.co.id , JAKARTA – Pergerakan saham perbankan berlangsung variatif pada perdagangan sesi I hari ini, Selasa (20/1/2026), di tengah mencuatnya kabar Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono yang masuk dalam bursa calon Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI).
Pada perdagangan sesi I, sejumlah saham bank bergerak fluktuatif. Hingga pukul 11.59 WIB, saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) tercatat naik 10 poin atau 0,22% menuju level Rp4.630 per saham.
Sepanjang sesi berjalan, saham BBNI bergerak di kisaran Rp4.620 sampai dengan Rp4.630, dan sempat mengalami penurunan dengan menyentuh harga terendahnya Rp4.570 per saham.
: Rekam Jejak Thomas Djiwandono, Keponakan Prabowo Kini Calon Deputi Gubernur BI
Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) terpantau menguat 20 poin atau 0,52% ke level Rp3.860 per saham. Saham BBNI dibuka pada level Rp3.850 dan sempat menyentuh harga tertinggi Rp3.880 per saham.
Penguatan juga terjadi pada saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI). Hingga pukul 11.59 WIB, saham bank dengan logo pita emas ini menguat 50 poin atau 1,00% menuju level Rp5.050 per saham. Saham BMRI terpantau sempat menyentuh harga tertinggi di level Rp5.075 per saham.
: : Thomas Djiwandono Calon Deputi BI, Mampu Redam Gejolak Rupiah?
Penguatan juga terjadi pada saham bank BUMN lainnya. Saham PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN) menguat tipis 5 poin atau 0,41%, bergerak ke level Rp1.225 per saham. Sepanjang sesi berjalan, saham BBTN bergerak di rentang Rp1.225 sampai dengan Rp1.230 per saham.
Saham PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk. (BRIS) terpantau stagnan pada level Rp2.260 per saham.
: : Rupiah Anjlok, Menkeu Purbaya Bilang Tak Ada Hubungannya dengan Isu Thomas Djiwandono
Kendati begitu, saham BRIS terpantau sempat menyentuh harga terendah di level Rp2.240 per saham pada pukul 10.14 WIB, sebelum akhirnya menyentuh harga tertinggi Rp2.270 per saham pada pukul 10.39 WIB.
Dari kelompok bank swasta, saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) melemah sebesar 100 poin atau turun 1,23% ke posisi Rp8.025 per saham. Saham BBCA dibuka pada level Rp8.125 per saham sekaligus merupakan harga tertinggi sepanjang sesi berjalan.
Berbeda dengan BBCA, saham PT Bank CIMB Niaga Tbk. (BNGA) mengalami penguatan signifikan 40 poin atau 2,18% menuju posisi Rp1.875 per saham. Sepanjang sesi berjalan, saham BNGA bergerak di rentang Rp1.835 sampai dengan Rp1.875 per saham.
Kemudian dari kelompok bank digital, saham PT Bank Jago Tbk. (ARTO) menguat 15 poin atau 0,79% menuju posisi Rp1.925 per saham. Saham ARTO sempat menyentuh harga tertinggi Rp1.935 per saham dan terendah Rp1.910 per saham sepanjang sesi berjalan.
Sementara itu, saham PT Allo Bank Indonesia Tbk. (BBHI) berada di zona merah. Hingga pukul 11.59 WIB, saham bank milik konglomerat Chairul Tanjung ini melemah 15 poin atau 1,01% menuju level Rp1.475 per saham. Kendati begitu, saham BBHI sempat menyentuh harga tertinggi di level Rp1.510 per saham sepanjang sesi berjalan.
Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta menilai bahwa kabar pencalonan Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia belum memberikan pengaruh signifikan terhadap pergerakan saham perbankan pada perdagangan sesi I hari ini.
“Tidak terlalu berpengaruh signifikan,” kata Nafan kepada Bisnis, Selasa (20/1/2026).
Menurutnya, Bank Indonesia (BI) tetap menjalankan fungsi kelembagaannya secara independen dalam merumuskan dan menerapkan kebijakan guna menjaga stabilitas moneter di dalam negeri.