
Ussindonesia.co.id – JAKARTA. Emiten perkebunan kelapa sawit PT Sumber Tani Agung Resources Tbk (STAA) mencatatkan kinerja positif sepanjang tahun 2025.
Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan sebesar Rp 9,66 triliun sepanjang tahun 2025. Ini naik 50,15% secara tahunan dari Rp 6,43 triliun di tahun 2024.
Segmen produk turunan kelapa sawit menyumbang Rp 4,91 triliun dan segmen produk kelapa sawit Rp 4,75 triliun. Sementara, secara pasar geografis, penjualan lokal Rp 6,31 triliun dan ekspor Rp 3,35 triliun.
Beban pokok penjualan ikut naik dari Rp 4,25 triliun pada 2024 menjadi Rp 6,5 triliun pada 2025.
Tersengat Sentimen Revisi Outlook, Cek Rekomendasi Saham BMRI, BBRI,dan BBNI
Laba bruto pun menjadi Rp 3,16 triliun pada 2025, naik 44,95% secara tahunan alias year on year (YoY).
STAA pun mencatatkan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk alias laba bersih sebesar Rp 1,6 triliun sepanjang 2025, naik 25,27% YoY dari Rp 1,28 triliun.
Dengan kinerja tersebut, laba per saham dasar menjadi Rp 147 per saham pada 2025, naik dari Rp 118 pada tahun sebelumnya.
Per 31 Desember 2025, STAA memiliki total aset Rp 9,56 triliun. Ini naik dari Rp 8,08 triliun per 31 Desember 2024.
STAA Chart by TradingView
Total liabilitas perseroan sebesar Rp 2,56 triliun pada akhir Desember 2025, naik dari Rp 2,18 triliun pada akhir Desember 2024. Sementara itu, total ekuitas tercatat Rp 7 triliun per akhir 2025, naik dari Rp 5,89 triliun pada akhir tahun 2024.
STAA memiliki kas dan setara kas akhir tahun sebesar Rp 1,98 triliun pada akhir Desember 2025, naik dari Rp 1,31 triliun pada periode yang sama tahun lalu.