Saham bank kompak merah jelang pengumuman RDG BI hari ini

Ussindonesia.co.id , JAKARTA – Mayoritas saham-saham perbankan terpantau berada di zona merah jelang pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang akan berlangsung hari ini, Rabu (21/1/2026).

Dari kelompok Himpunan Bank Milik Pemerintah (Himbara), saham bank pelat merah mayoritas terpantau mendarat di zona merah pada perdagangan pagi ini. 

Hingga pukul 09.44 WIB, saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) melemah 30 poin atau turun 0,78% menuju posisi Rp3.820 per saham, setelah sebelumnya dibuka pada level Rp3.850 per saham.

Kondisi serupa juga terlihat pada saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) yang turun 45 poin atau 0,90 menuju ke level Rp4.980 per saham. Saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) turun 0,44% atau 20 poin ke posisi Rp4.550 per saham dan saham PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk. (BRIS) melemah 2,24% atau 50 poin ke level Rp2.180 per saham.

Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. – TradingView

Sebaliknya, saham PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN) terpantau stagnan di posisi Rp1.220 per saham. Sepanjang sesi berjalan, saham BBTN sempat menyentuh harga tertinggi di level Rp1.225 per saham.

Dari jajaran kelompok bank swasta, saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) terpantau anjlok 1.25% atau 100 poin di posisi Rp7.900 per saham, setelah sebelumnya dibuka di level Rp8.000 per saham. Sepanjang sesi berjalan, saham BBCA bergerak di kisaran Rp7.850 – Rp8.000 per saham.

Saham PT Bank CIMB Niaga Tbk. (BNGA) juga merosot 1,33% atau 25 poin menuju level Rp1.855 per saham. Sepanjang sesi berjalan, saham BNGA bergerak di rentang Rp1.880 – Rp1.855 per saham. 

Saham PT Bank Permata Tbk. (BNLI) terpantau turun 0,49% atau 25 poin menuju posisi Rp5.125 per saham. Sepanjang sesi berjalan, saham BNLI sempat menyentuh harga tertinggi Rp5.175 per saham dan harga terendah Rp5.050 per saham.

Bank Central Asia Tbk. – TradingView

Kemudian dari kelompok bank digital, saham PT Bank Allo Bank Indonesia Tbk. (BBHI) terpantau anjlok 1.33% atau 20 poin ke posisi Rp1.480 per saham. Sementara itu, saham PT Bank Jago Tbk. (ARTO) berada di zona hijau di posisi Rp1.910 per saham. Sepanjang sesi berjalan, saham ARTO sempat menyentuh harga tertinggi di level Rp1.920 per saham.

Prediksi BI Rate

Adapun, konsensus ekonom memproyeksikan Bank Indonesia (BI) akan mempertahankan suku bunga kebijakan alias BI Rate di level 4,75% dalam pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) edisi Januari 2026 pada Rabu (12/1/2026) esok.

Survei Bloomberg menunjukkan sebanyak 30 dari 30 ekonom memperkirakan BI akan menahan suku bunga. Artinya, semua ekonom mempunyai proyeksi bulat bahwa bank sentral belum akan mengubah BI Rate pada bulan pertama 2026.

Kepala Ekonom PT Bank Permata Tbk. (BNLI) Josua Pardede merupakan salah satu ekonom yang menilai BI akan menahan suku bunga acuan.

Dia menilai keputusan tersebut merupakan langkah paling realistis di tengah tekanan terhadap nilai tukar rupiah yang masih cukup kuat, serta tingginya sensitivitas pasar terhadap isu-isu kesinambungan fiskal.

Menurutnya, stabilitas nilai tukar dan pengelolaan ekspektasi inflasi masih menjadi prioritas utama otoritas moneter dalam jangka pendek.

“Saya memperkirakan BI akan menahan BI Rate di 4,75%, karena tekanan pada rupiah masih kuat dan pasar sedang sensitif terhadap kekhawatiran fiskal,” ujarnya kepada Bisnis, Selasa (20/1/2026).

Kendati ruang pemangkasan suku bunga dinilai belum terbuka lebar, Josua menyarankan strategi lain apabila BI berencana memberikan dorongan tambahan bagi pertumbuhan dan penyaluran kredit.

Menurutnya, di tengah kondisi rupiah yang masih rapuh, jalur yang lebih aman adalah melalui pelonggaran likuiditas dan penurunan biaya dana jangka pendek tanpa mengubah BI Rate.