
Ussindonesia.co.id – JAKARTA. Saham perbankan terpantau mulai mampu beranjak dari zona merah. Bank-bank milik negara (Himbara) dan bank swasta kompak mencatatkan penguatan yang cukup signifikan.
Pada akhir perdagangan sesi I, Selasa (5/5/2026), saham bank berkapitalisasi pasar besar alias big banks kompak parkir di zona hijau.
PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) mencatatkan penguatan paling tinggi, yakni sebesar 3,62% secara harian menjadi Rp 3.150. Selama sesi I, BBRI sempat menyentuh harga tertingginya dalam sepekan di Rp 3.170.
Menyusul, saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) menguat 2,86% secara harian menjadi Rp 3.950, menjadi level tertingginya dalam sepekan, dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) yang naik 2,49% secara harian menjadi Rp 4.530.
Tugure Nilai Gejolak Geopolitik Bisa Berdampak terhadap Industri Reasuransi
Adapun PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menguat 2,12% secara harian menjadi Rp 6.025, setelah sempat menyentuh harga tertingginya dalam sepekan di Rp 6.050.
Dari Himbara ada juga PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) yang sahamnya menguat 2,51% secara harian menjadi Rp 1.835. Selama sesi tadi, BRIS sempat menyentuh harga tertinggi dalam sepekan di Rp 1.850.
Di sisi lain, PT Bank Permata Tbk (BNLI) jauh lebih mentereng dengan catatan kenaikan harga 14,19% secara harian menjadi Rp 3.300. Itu juga menjadi level harga tertingginya dalam sepekan.
BNI Pertahankan Target 2026, Waspadai Dampak Ketidakpastian Global
Bank swasta lainnya, meski tak sesignifikan BNLI, juga tak ketinggalan mencatatkan kenaikan harga. PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) ditutup di harga Rp 4.350, naik 2,35% secara harian, dan PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) parkir di harga Rp 1.680 atau menguat 1,51%.