Saham emiten grup Astra ASII, UNTR, AALI rebound sesi I perdagangan Kamis (22/1)

Ussindonesia.co.id , JAKARTA – Saham-saham yang tergabung dalam konglomerasi Grup Astra mulai menggeliat setelah kompak lesu pada perdagangan Rabu (21/1/2026) menyusul kabar pencabutan izin salah satu entitas usaha pertambangan Grup Astra oleh Presiden Prabowo.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga pukul 10.20 WIB, saham PT Astra International Tbk. (ASII) sebagai holding grup juga tercatat menguat 2,65% ke level Rp6.775. Saham ASII rebound setelah ditutup jeblok 9,28% pada perdagangan kemarin.

Sementara itu, saham PT United Tractors Tbk. (UNTR) masih terperangkap di zona merah pada awal perdagangan hari ini, tetapi mulai menanjak ke zona hijau. UNTR naik tipis 0,74% ke level Rp27.400 setelah jeblok 14,93% pada perdagangan Rabu (21/1/2026). 

Seperti diberitakan Bisnis, anjloknya saham UNTR dipengaruhi oleh sentimen pencabutan izin pertambangan PT Agincourt Resources yang merupakan anak usaha United Tractors.

Agincourt merupakan pengelola Tambang Emas Martabe di Tapanuli Selatan. UNTR melalui anak perusahaannya, PT Danusa Tambang Nusantara menyelesaikan akuisisi 95% kepemilikan atas PT Agincourt Resources pada 4 Desember 2018. Transaksi itu disepakati bernilai jumbo, yaitu sekitar US$1 miliar.

: IHSG Meluncur di Zona Hijau Dipompa Saham Big Caps BRPT hingga TLKM

Selain ASII dan UNTR, saham PT Astra Agro Lestari Tbk. (AALI) terpantau menguat 2,35% ke level Rp7.625, PT Astra Graphia Tbk. (ASGR) menguat 6,67% ke level Rp1.360 dan PT Astra Otoparts Tbk. (AUTO) menguat 3,79% ke posisi Rp2.740 per saham. 

Pada perkembangan lain, United Tractors berencana melakukan pembelian kembali (buyback) saham dengan nilai maksimal Rp2 triliun di tengah kondisi pasar modal yang berfluktuasi signifikan.

Manajemen UNTR menyampaikan bahwa pelaksanaan buyback saham merupakan salah satu upaya perseroan untuk mendukung stabilitas pasar modal nasional sekaligus meningkatkan nilai bagi para pemegang saham.

: Entitas UNTR, Agincourt Resources Buka Suara soal Kabar Pencabutan Izin Tambang Emas

“Pelaksanaan pembelian kembali saham merupakan salah satu bentuk usaha Perseroan untuk mendukung upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas dan keyakinan terhadap pasar modal Indonesia. Selain itu, pelaksanaan pembelian kembali saham juga diambil sebagai upaya untuk meningkatkan nilai bagi para pemegang saham Perseroan serta mencerminkan kondisi fundamental Perseroan,” tulis manajemen UNTR dalam keterbukaan informasi, dikutip Kamis (22/1/2026).

Dalam rencana tersebut, nilai pembelian kembali saham ditetapkan sebanyak-banyaknya Rp2.000.000.000.000 (Rp2 triliun). Adapun jumlah saham yang dibeli kembali tidak akan melebihi 20% dari modal ditempatkan dan disetor, dengan ketentuan porsi saham beredar (free float) setelah buyback tetap berada di atas 7,5%.

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.