
Ussindonesia.co.id , JAKARTA — Indeks Bisnis-27 ditutup menguat seiring kenaikan indeks harga saham gabungan (IHSG) pada Rabu (7/1/2026). Saham INCO, ANTM, ADRO, dan NCKL tercatat menjadi penopang pertumbuhan indeks.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), indeks hasil kerja sama Bursa dengan harian Bisnis Indonesia ini naik 0,17% ke 563,22. Tercatat sebanyak 12 saham menguat, 12 saham terkoreksi, dan 3 saham stagnan.
Saham dengan kenaikan harga tertinggi dipimpin PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) sebesar 12,44% ke Rp6.325 per saham, lalu diikuti PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) yang menguat 11,59% menjadi Rp3.850 per saham.
Saham lain yang terapresiasi adalah PT Alamtri Resources Indonesia Tbk. (ADRO) dengan kenaikan 7,77% menjadi Rp2.010 per saham, sedangkan saham PT Trimegah Bangun Persada Tbk. (NCKL) juga tumbuh 7,69% ke Rp1.400.
Adapun, penurunan ditorehkan saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (JPFA) yang terkoreksi 6,93% ke Rp2.550, sementara PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF) mengalami penurunan 3,93% menjadi Rp6.725 per saham.
: IHSG Ditutup Menguat Hari Ini (7/1) Usai Cetak Rekor ATH saat Intraday
IHSG naik 0,13% menuju posisi 8.944,81. Sepanjang hari ini, indeks komposit dibuka pada level 8.959,09 dan sempat ke posisi 8.970,87.
Head of Research Phintraco Sekuritas Valdy Kurniawan mengatakan bahwa IHSG sempat menguat 0,14% ke level 8.946,25 pada perdagangan sesi I.
Penguatan indeks ditopang kinerja sejumlah sektor, terutama basic materials yang menguat 2,16%, industri 2,12%, dan konsumer siklikal tumbuh 1,12%.
Dari sisi teknikal, kata Valdy, momentum penguatan masih terjaga, tecermin dari histogram MACD yang terus bergerak menguat di area positif.
Namun demikian, pelaku pasar perlu tetap mewaspadai potensi aksi taking profit, mengingat indikator Stochastic RSI telah berada di area overbought.
“Sejalan dengan kondisi ini, kami memperkirakan IHSG akan bergerak dalam kisaran 8.900 hingga 8.950 pada sesi kedua perdagangan hari ini,” ucap Valdy.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.