Selamat Sempurna (SMSM) catatkan kinerja apik pada 2025, cek prospeknya pada 2026

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Selamat Sempurna Tbk (SMSM) mampu meraih peningkatan kinerja sepanjang tahun 2025.

Berdasarkan keterbukaan informasi yang disampaikan pada Sabtu (14/3/2026), SMSM mampu meraih penjualan bersih senilai Rp 5,33 triliun, meningkat 3,36% secara tahunan atau year on year (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 5,16 triliun.

Secara rinci, kinerja penjualan 2025 masih ditopang oleh penjualan ekspor sebesar Rp 3,44 triliun dan penjualan domestik senilai Rp 1,89 triliun. 

Dari segmen produk, penyaring menjadi kontributor terbesar dengan porsi mencapai Rp 4,05 triliun. Kemudian disusul penjualan distribusi Rp 1,65 triliun  radiator Rp 592 miliar, karoseri Rp 144 miliar dan lain-lain Rp 212 miliar. 

Strategi Selamat Sempurna (SMSM) Hadapi Momentum Ramadan-Lebaran 2026

Sejalan dengan itu, kondisi laba bersih perusahaan juga mengalami kenaikan sebesar 9,81% menjadi Rp 1,2 triliun, dari tahun 2024 senilai Rp 1,02 triliun. 

Wakil Direktur Utama PT Selamat Sempurna Tbk (SMSM) Ang Andri Pribadi menyebutkan, sepanjang tahun 2025, perusahaan beroperasi di tengah lingkungan usaha yang semakin menantang, serta dipengaruhi oleh dinamika perdagangan global, perubahan pola permintaan pasar, dan meningkatnya persaingan di industri otomotif. 

Kebijakan tarif internasional serta meningkatnya kompetisi dari produk impor truk CBU (Completely Built-Up) di pasar domestik turut memberikan tekanan pada segmen karoseri melalui entitas anak perusahaan. 

Pada saat yang sama, perkembangan geopolitik global, termasuk meningkatnya tensi di kawasan Timur Tengah yang melibatkan Iran dan Amerika Serikat, telah menambah ketidakpastian terhadap arus perdagangan global, pasar energi, serta kondisi perekonomian secara lebih luas. 

“Dalam menghadapi dinamika tersebut, perusahaan tetap berkomitmen memperkuat fundamental bisnis melalui disiplin pengelolaan biaya, peningkatan efisiensi operasional secara berkelanjutan, diversifikasi pasar ekspor, serta alokasi modal yang prudent,” ujar Manajemen dalam keterangannya, Sabtu (14/3/2026).

Memasuki tahun 2026, meskipun perkembangan ekonomi global dan dinamika geopolitik masih memerlukan pemantauan secara seksama, SMSM tetap memandang prospek usaha secara konstruktif. 

Selamat Sempurna (SMSM) Kantongi Dividen dari Anak Usaha Rp 59,17 Miliar

Dengan posisi keuangan yang solid, kehadiran pasar internasional yang luas, serta pengalaman puluhan tahun dalam menghadapi berbagai siklus industri, pihaknya optimistis dapat mempertahankan ketahanan bisnis sekaligus menangkap peluang pertumbuhan yang berkelanjutan.

“Perseroan meyakini bahwa strategi yang disiplin, fundamental usaha yang kuat, serta komitmen terhadap penciptaan nilai yang berkelanjutan akan terus mendukung pertumbuhan jangka panjang dan meningkatkan nilai bagi seluruh pemegang saham,” ujar Andri. 

Head of Research Korea Investments & Sekuritas Indonesia, Muhammad Wafi mengatakan secara prospek kinerja SMSM masih bisa tumbuh positif dan stabil. 

“Ini ditopang oleh fokus utama perusahaan pada pasar aftermarket, yang membuat kinerja jadi defensif terhadap fluktuasi penjualan kendaraan baru,” kata Wafi kepada Kontan, Senin (16/3/2026).

Wafi menambahkan pelemahan nilai tukar rupiah berpotensi menjadi katalis positif bagi kinerja perusahaan karena mayoritas pendapatan SMSM berasal dari pasar ekspor.

Sementara itu, Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji Gusta, menilai capaian kinerja pada 2025 berpeluang berlanjut pada tahun 2026. Menurutnya, hal tersebut terutama didorong oleh kontribusi segmen ekspor yang masih menjadi penopang utama pendapatan perseroan.

“Untuk 2026 sebenarnya masih prospektif, karena permintaan aftermarket komponen otomotif masih cukup kuat, baik dari pasar domestik maupun global,” jelasnya.

Namun demikian, Wafi mengingatkan risiko perlambatan ekonomi global masih perlu diwaspadai karena dapat menekan volume permintaan ekspor. Selain itu, fluktuasi harga bahan baku juga berpotensi memengaruhi kinerja

Wafi merekomendasikan buy saham SMSM dengan target harga di level Rp 2.200 per saham. Adapun Nafan menyarankan investor untuk wait and see saham SMSM.

Selamat Sempurna (SMSM) Raih Dividen dari Entitas Anak Rp 9,93 Miliar