Sentimen konsumen runtuh, tekanan dolar AS bikin rupiah merana

Ussindonesia.co.id  JAKARTA. Nilai tukar rupiah berfluktuasi di sekitar Rp 16.850 per dolar Amerika Serikat (AS) pada hari Senin (12/1). Penurunan memperpanjang koreksi untuk sesi ketujuh berturut-turut dan tetap berada di level terlemahnya sejak akhir April 2025. 

Seperti dikutip Tradingeconomis, Senin (12/1), sentimen pada rupiah tetap rapuh karena spekulasi tentang pelonggaran moneter yang diperbarui. Bank  Indonesia (BI) berupaya mendukung pertumbuhan karena inflasi tetap dalam target meskipun ada sedikit peningkatan pada bulan Desember, setelah pemotongan suku bunga kumulatif sebesar 150 basis poin (bps) antara September 2024 dan September 2025. 

Menambah kehati-hatian investor, sentimen konsumen merosot pada bulan Desember setelah mencapai level tertinggi sembilan bulan sebelumnya, meskipun pertumbuhan penjualan ritel yang solid pada bulan November. 

Namun demikian, tekanan penurunan pada rupiah dibatasi oleh posisi eksternal Indonesia yang lebih kuat, dengan cadangan devisa mencapai level tertinggi sembilan bulan pada bulan Desember. Di tingkat global, indeks dolar melemah menjadi sekitar 98,9 setelah empat sesi mengalami kenaikan.