
Ussindonesia.co.id JAKARTA — Saham-saham sektor konsumer, ritel, dan telekomunikasi berpotensi menjadi penggerak IHSG jangka pendek usai libur Imlek seiring dengan masuknya momen Ramadan.
Head of Research dan Chief Economist Mirae Asset Sekuritas Rully Wisnubroto mengatakan secara siklikal saham emiten ritel PT Mitra Adiperkasa Tbk. (MAPI) dan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk.(AMRT) akan mampu meningkatkan kinerja sepanjang kuartal I/2026.
Namun demikian pada kuartal I umumnya bukan periode terbaik bagi saham sektor perbankan karena efek puncak kinerja pada Desember, sehingga awal tahun menjadi periode normalisasi bagi sektor tersebut
“Setelah libur Imlek, momentum Ramadan membuka peluang rotasi ke saham ritel, konsumer, dan telekomunikasi, yang secara siklikal mengalami perbaikan kinerja,” ujarnya dikutip, Senin (16/2/2026).
: IHSG Naik 3,49% Sepekan, Analis Nilai Sentimen Pasar Belum Pulih
Emiten ritel ini dinilai diuntungkan dari peningkatan konsumsi rumah tangga, terutama kebutuhan pokok dan produk harian. Sementara sektor telekomunikasi juga prospektif dengan lonjakan trafik data selama Ramadan.
Mulai dari aktivitas digital, hiburan, hingga transaksi online, menjadi katalis tambahan bagi emiten telekomunikasi.
Selain Ramadan, pasar juga mencermati program pemerintah Makanan Bergizi Gratis atau MBG. Selain tentunya juga saham emiten yang berkaitan dengan peningkatan konsumsi, termasuk sektor pangan dan protein seperti ayam.
Tingginya konsumsi domestik dinilai dapat menjadi katalis tambahan bagi saham-saham seperti PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (JPFA).
Rully menyebut Pidato Presiden Prabowo Subianto yang disampaikan setelah penutupan perdagangan membuat reaksi pasar belum sepenuhnya tercermin pekan lalu. Pelaku pasar menunggu potensi respons pada sesi perdagangan berikutnya.
Namun demikian arah IHSG tidak hanya ditentukan faktor domestik. Dinamika global seperti harga emas dan komoditas dan arus dana asing (capital outflow) masih perlu dicermati
Saat ini, tekanan outflow disebut masih membayangi, bahkan terhadap saham-saham berfundamental kuat. Kondisi tersebut membuat pergerakan pasar cenderung spekulatif dalam jangka pendek.
Laju pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona merah pada perdagangan hari Jumat (13/2/2026) saat Presiden Prabowo Subianto menjelaskan arah ekonomi Indonesia dalam Indonesia Economic Outlook 2026.
Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG ditutup terkoreksi 0,64% ke level 8,212 pada perdagangan Jumat (13/2/2026) dengan kecenderungan pasar risk off jelang libur long weekend imlek. Nilai transaksi tercatat sebesar Rp24,41 triliun, lebih tinggi dibandingkan hari sebelumnya sebesar Rp23,85 triliun. Sebanyak 408 saham melemah, 267 saham menguat, dan 148 saham stagnan.
Tim Riset Sinarmas Sekuritas menyebut pelemahan IHSG dibebani oleh saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA), saham PT Telkom Indonesia (persero) Tbk. (TLKM), hingga saham PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN).
“Pelaku pasar cenderung risk off jelang libur imlek pekan depan. Pelemahan IHSG dibebani oleh saham BBCA, TLKM, dan BREN,” tulis tim Sinarmas Sekuritas, Jumat (13/2/2026).
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.