
Ussindonesia.co.id – JAKARTA. Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat capaian penjualan Obligasi Negara Ritel (ORI) seri ORI029 masih berada di tren yang positif meski masa penawaran baru berjalan tiga hari sejak dibuka pada awal pekan ini.
Dalam penerbitan seri ORI029 kali ini, pemerintah menetapkan kupon sebesar 5,45% untuk tenor 3 tahun (ORI029T3) dan 5,80% untuk tenor 6 tahun (ORI029T6).
Untuk diketahui, masa penawaran ORI029 mulai dibuka sejak 26 Januari 2026 pukul 09.00 WIB dan ditutup pada 19 Februari 2026 pukul 10.00 WIB.
Efek Ketegangan Dagang, Rupiah Menguat ke Rp 16.722 per Dolar AS pada Rabu (28/1)
Plt Direktur Surat Utang Negara (SUN) Kemenkeu, Novi Puspita Wardani menyampaikan, target penghimpunan dana ORI029 sebesar Rp 25 triliun.
Menurut pantauannya, minat investor terhadap ORI029 sejauh ini cukup baik jika dibandingkan dengan penerbitan obligasi ritel di awal tahun 2025.
“Dari sisi capaian itu sebenarnya sudah cukup bagus. Kalau dilihat, saya membandingkannya dengan yang ORI yang diterbitkan di awal tahun lalu. Itu kan kami juga selalu mantau pergerakan hariannya. Itu masih cukup bagus,” ujar Novi usai acara Obrolan Investasi untuk Negeri (ORASI) di Aroem Resto Jakarta, Rabu (28/1/2026).
Novi menjelaskan, pola pembelian investor ritel biasanya tidak langsung maksimal di awal masa penawaran. Hal ini berkaitan dengan siklus arus kas masyarakat, terutama jadwal penerimaan gaji.
“Kami biasanya memang berekspektasi ada investor yang menyesuaikan dengan cashflow mereka. Misalnya, ada yang baru bisa masuk di Februari karena gajian di akhir bulan Januari atau awal Februari,” jelasnya.
Selain itu, Novi menambahkan penjualan ORI juga kerap meningkat menjelang akhir masa penawaran.
Kondisi ini membuat pemerintah tetap optimistis target penyerapan dana ORI029 dapat tercapai.
Guna menegaskan komitmen Kemenkeu beserta Mitra Distribusi dalam meningkatkan pemahaman literasi keuangan bagi para investor dan generasi muda, Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kemenkeu menyelenggarakan acara Obrolan Investasi untuk Negeri (ORASI) yang bertajuk “Pilihan Berharga untuk Tumbuh dan Berdaya”
Rupiah Ditutup Menguat ke Rp 16.722 Per Dolar AS Hari Ini (28/1), Asia Melesat
Dalam acara ini, Novi menyampaikan pentingnya mengambil keputusan finansial sejak dini sebagai fondasi hidup untuk tumbuh dan berdaya di masa depan, salah satunya melalui SBN Ritel ORI029 ini.
Salah satu produk investasi ini hadir dari prinsip kehati-hatian investasi di masyarakat, sebab menawarkan imbal hasil yang tetap.
“Inilah yang kami maksud dengan investasi yang tenang, investasi yang memberi kepastian, sehingga keputusan keuangan bisa diambil dengan lebih percaya diri,” ujar dia.
Investor yang berminat untuk berinvestasi di ORI029 dapat melakukan pemesanan melalui 28 mitra distribusi yang telah ditunjuk, terdiri dari 18 bank umum yakni BNI, BRI, Bank Mandiri, BTN, BCA, Bank Mega, Danamon, Permata Bank, HSBC, OCBC, CIMB Niaga, Panin Bank, SMBC, DBS, Bank Victoria, UOB, Standard Chartered, Maybank.
Kemudian enam perusahaan efek terdiri dari Mandiri Sekuritas, BRI Danareksa Sekuritas, BNI Sekuritas, Trimegah Sekuritas, Panin Sekuritas, Philip Sekuritas Indonesia.
Lalu empat perusahaan efek khusus ada bibit, tanamduit, bareksa, serta FUNDtastic.
Penerbitan ORI029 ini menjadi bagian dari strategi pembiayaan APBN 2026, sekaligus memperluas partisipasi investor ritel domestik dalam pembiayaan negara, di tengah dinamika pasar keuangan dan pergerakan imbal hasil SBN di pasar sekunder.