
Indeks saham Amerika Serikat atau Wall Street mayoritas ditutup menguat pada perdagangan Senin (8/6). Penguatan tersebut dipimpin oleh kenaikan Nasdaq dan saham-saham produsen chip seiring investor memanfaatkan pelemahan tajam indeks pada pekan lalu untuk berburu saham murah.
Dikutip dari Reuters pada Selasa (9/6), Indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) memang turun 80,77 poin atau 0,16 persen menjadi 50.786,01. Namun begitu, S&P 500 naik 21,99 poin atau 0,30 persen menjadi 7.405,73 dan Nasdaq Composite menguat 220,23 poin atau 0,86 persen menjadi 25.929,66.
Saham sektor teknologi S&P 500 memimpin penguatan dengan kenaikan 1,5 persen, sementara Philadelphia SE Semiconductor Index (SOX) melonjak 5,6 persen atau pulih dari kerugian pada pekan lalu.
Selain itu, saham Intel (INTC.O) juga melonjak 11,2 persen setelah media The Information melaporkan bahwa Google milik Alphabet (GOOGL.O) telah memesan lebih dari 3 juta unit tensor processing unit (TPU) yang akan diproduksi pada 2028.
Saham teknologi besar lainnya yang menguat adalah Marvell Technology (MRVL.O) yang melonjak 9,6 persen setelah produsen chip tersebut dipastikan akan masuk ke dalam indeks acuan S&P 500 sebelum perdagangan dimulai pada 22 Juni.
“Hari ini tampaknya menjadi hari ketika investor melakukan sedikit aksi berburu saham murah setelah aksi jual besar pada saham-saham teknologi,” kata Rick Meckler, mitra di Cherry Lane Investments, sebuah kantor investasi keluarga di New Vernon, New Jersey.
Sebelumnya, saham-saham di Wall Street memang sempat mengalami aksi jual pada Jumat (5/6) setelah sebelumnya mencetak serangkaian rekor tertinggi.
Selain itu, hasil kinerja yang kurang memuaskan dari saham Broadcom (AVGO.O) pekan lalu juga memicu kekhawatiran bahwa sektor chip berkembang terlalu cepat. Di sis lain, data ketenagakerjaan AS untuk Mei yang jauh lebih kuat dari perkiraan turut memicu aksi jual, karena pelaku pasar mulai memperhitungkan kemungkinan kenaikan suku bunga tahun ini. Saham Broadcom sendiri naik 2,8 persen.
Saat ini, investor juga merasa lega setelah Iran dan Israel menyatakan telah menghentikan serangan satu sama lain. Penghentian tersebut terjadi setelah Presiden AS Donald Trump menyerukan agar kedua pihak segera berhenti saling menyerang.
Adapun serangan yang berlangsung selama 24 jam sebelumnya merupakan konfrontasi paling langsung antara Iran dan Israel sejak gencatan senjata pada April lalu.
Jumlah saham yang turun sedikit lebih banyak dibandingkan yang naik di Bursa Efek New York (NYSE), dengan rasio 1,01 banding 1. Tercatat terdapat 129 saham yang mencapai level tertinggi baru dan 162 saham yang mencetak level terendah baru di NYSE.
Di Nasdaq, sebanyak 2.746 saham menguat dan 2.142 saham melemah, sehingga jumlah saham yang naik lebih banyak dengan rasio 1,28 banding 1.
Indeks S&P 500 mencatat 13 saham yang mencapai level tertinggi baru dalam 52 minggu dan tujuh saham yang mencetak level terendah baru. Sementara itu, Nasdaq Composite mencatat 105 saham yang mencapai level tertinggi baru dan 164 saham yang menyentuh level terendah baru.
Volume perdagangan di bursa-bursa AS mencapai 19,50 miliar saham, sedikit di bawah rata-rata sekitar 20,3 miliar saham per hari selama 20 sesi perdagangan terakhir.