10 negara terkaya di dunia 2026 berdasarkan proyeksi IMF

Peta kekuatan ekonomi dunia terus mengalami perubahan seiring dinamika geopolitik, kemajuan teknologi, dan pergeseran demografi di berbagai negara. Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund (IMF) melalui laporan World Economic Outlook edisi Oktober 2025 merilis proyeksi negara terkaya di dunia 2026 berdasarkan produk domestik bruto (PDB) nominal. Indikator PDB nominal digunakan untuk mengukur total nilai output ekonomi suatu negara dalam dolar Amerika secara keseluruhan.

Data ini tidak mencerminkan kesejahteraan individu, melainkan skala kekuatan ekonomi nasional di tingkat global. Melalui proyeksi tersebut, terlihat negara-negara yang diperkirakan tetap menjadi pusat aktivitas ekonomi internasional. Lantas, negara mana saja yang masuk dalam daftar negara terkaya di dunia 2026?

1. Amerika Serikat tetap memimpin ekonomi global

Amerika Serikat diproyeksikan tetap berada di posisi teratas dalam daftar negara terkaya di dunia 2026 dengan nilai PDB mencapai 31,82 triliun dolar Amerika atau sekitar Rp496 kuadriliun. Dominasi ekonomi ini ditopang oleh konsumsi domestik yang sangat besar, di mana belanja masyarakat menyumbang hampir dua pertiga dari total aktivitas ekonomi nasional. Permintaan domestik yang kuat tersebut menjaga stabilitas pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat meski menghadapi ketidakpastian global.

Selain itu, struktur ekonomi Amerika Serikat sangat bergantung pada sektor jasa bernilai tambah tinggi, seperti teknologi, keuangan, layanan kesehatan, dan industri hiburan. Keberadaan pusat inovasi dunia mendorong lahirnya perusahaan teknologi raksasa yang berpengaruh secara global. Kombinasi inovasi berkelanjutan, pasar modal yang dalam, serta perlindungan hak kekayaan intelektual membuat posisi Amerika Serikat masih sulit disaingi dalam waktu dekat.

2. China menjadi kekuatan ekonomi terbesar kedua dunia

China diperkirakan menempati posisi kedua negara terkaya di dunia 2026 dengan nilai PDB sekitar 20,65 triliun dolar Amerika atau sekitar Rp322 kuadriliun. Selama beberapa dekade terakhir, pertumbuhan ekonomi China bertumpu pada kekuatan manufaktur dan ekspor berskala besar yang didukung oleh investasi infrastruktur masif. Strategi ini menjadikan China sebagai pusat produksi global dan mitra dagang utama bagi banyak negara.

Namun, China menghadapi tantangan struktural yang semakin kompleks, terutama terkait penuaan penduduk dan penurunan angka kelahiran. Transisi menuju ekonomi berbasis konsumsi domestik menjadi agenda penting, tetapi membutuhkan perubahan besar dalam pola belanja masyarakat. Stabilitas sektor properti dan pengelolaan utang juga akan sangat menentukan keberlanjutan pertumbuhan ekonomi China ke depan.

3. Jerman menjadi tulang punggung ekonomi Eropa

Jerman diproyeksikan mencatatkan PDB sekitar 5,33 triliun dolar Amerika atau sekitar Rp83 kuadriliun pada 2026 dan tetap menjadi ekonomi terbesar di Eropa. Keunggulan Jerman terletak pada sektor manufaktur berteknologi tinggi, terutama di industri otomotif, mesin industri, dan rekayasa presisi. Orientasi ekspor yang kuat membuat Jerman sangat terintegrasi dengan permintaan global.

Kekuatan ekonomi Jerman juga ditopang oleh perusahaan menengah atau Mittelstand yang menjadi tulang punggung industri nasional. Perusahaan-perusahaan ini dikenal fokus pada produk spesialis dengan kualitas tinggi dan inovasi berkelanjutan. Dukungan sistem pendidikan vokasi memastikan ketersediaan tenaga kerja terampil, meski ketergantungan pada ekspor membuat ekonomi Jerman sensitif terhadap perlambatan global.

4. India mencatat pertumbuhan tercepat di 10 besar

India diproyeksikan menempati posisi keempat negara terkaya di dunia 2026 dengan nilai PDB sekitar 4,51 triliun dolar Amerika atau sekitar Rp70 kuadriliun. India menjadi salah satu ekonomi dengan laju pertumbuhan tercepat berkat bonus demografi, di mana populasi usia produktif terus meningkat. Kondisi ini memberikan keuntungan kompetitif di tengah tren penuaan penduduk yang dialami banyak negara maju.

Reformasi struktural dan digitalisasi berperan penting dalam memperkuat fondasi ekonomi India. Sektor teknologi berkembang pesat, mulai dari pengembangan perangkat lunak hingga layanan keuangan digital. Dengan pasar domestik yang sangat besar, India memiliki potensi pertumbuhan jangka panjang yang signifikan.

5. Jepang mempertahankan kekuatan teknologinya

Jepang diperkirakan memiliki PDB sekitar 4,46 triliun dolar Amerika atau sekitar Rp69 kuadriliun pada 2026 dan menempati posisi kelima dunia. Meski peringkatnya menurun dibanding era sebelumnya, Jepang tetap dikenal sebagai kekuatan teknologi global, khususnya dalam manufaktur presisi, robotika, dan otomasi industri. Produk Jepang memiliki reputasi tinggi dalam hal kualitas dan keandalan.

Di sisi lain, tantangan demografi menjadi hambatan utama bagi pertumbuhan ekonomi Jepang. Populasi yang menua dan minimnya imigrasi menyebabkan berkurangnya tenaga kerja produktif. Meski demikian, pengalaman Jepang dalam menghadapi stagnasi ekonomi sering dijadikan referensi bagi negara lain yang mulai menghadapi masalah serupa.

6. Britania Raya mengandalkan sektor jasa dan keuangan

Britania Raya diproyeksikan mencatatkan PDB sekitar 4,23 triliun dolar Amerika atau sekitar Rp66 kuadriliun pada 2026. Perekonomian negara ini sangat didominasi oleh sektor jasa, terutama jasa keuangan yang berpusat di London. Kota tersebut masih menjadi salah satu pusat keuangan global dengan pengaruh besar dalam arus modal internasional.

Namun, ketergantungan pada sektor jasa keuangan juga membawa risiko volatilitas ketika terjadi krisis global. Ketidakpastian hubungan dagang pasca-Brexit turut memengaruhi prospek ekonomi jangka menengah. Meski begitu, keunggulan bahasa, jaringan global, dan ekosistem bisnis yang matang tetap menjadi modal penting bagi Britania Raya.

7. Prancis unggul lewat ekonomi yang terdiversifikasi

Prancis diproyeksikan memiliki PDB sekitar 3,56 triliun dolar Amerika atau sekitar Rp55 kuadriliun pada 2026. Salah satu keunggulan utama Prancis adalah diversifikasi sektor ekonominya, mulai dari industri barang mewah, kedirgantaraan, pertanian, hingga pariwisata. Diversifikasi ini membantu menjaga stabilitas ekonomi ketika salah satu sektor mengalami tekanan.

Model ekonomi Prancis mengombinasikan mekanisme pasar dengan keterlibatan pemerintah yang cukup kuat. Negara berperan aktif menjaga sektor strategis sekaligus menyediakan perlindungan sosial bagi masyarakat. Pendekatan ini dinilai mampu menjaga konsistensi kinerja ekonomi dalam jangka panjang.

8. Italia mengandalkan manufaktur dan pariwisata

Italia diproyeksikan mencatatkan PDB sekitar 2,70 triliun dolar Amerika atau sekitar Rp42 kuadriliun pada 2026. Kekuatan ekonomi Italia terletak pada manufaktur bernilai tambah tinggi, terutama di sektor fesyen, otomotif, dan mesin khusus. Reputasi desain dan kualitas produk Italia memberikan daya saing kuat di pasar internasional.

Selain manufaktur, sektor pariwisata menjadi sumber pendapatan penting bagi perekonomian Italia. Kekayaan budaya, sejarah, dan kuliner menarik jutaan wisatawan setiap tahun. Namun, tingginya utang publik dan tantangan demografi tetap menjadi faktor penghambat pertumbuhan jangka panjang.

9. Rusia bertumpu pada kekayaan sumber daya alam

Rusia diperkirakan memiliki PDB sekitar 2,51 triliun dolar Amerika atau sekitar Rp39 kuadriliun pada 2026. Struktur ekonomi Rusia sangat bergantung pada ekspor sumber daya alam, khususnya minyak dan gas bumi. Pendapatan dari sektor energi menjadi tulang punggung pembiayaan negara dan aktivitas ekonomi domestik.

Ketergantungan pada komoditas membuat ekonomi Rusia sensitif terhadap fluktuasi harga global dan dinamika geopolitik. Sanksi internasional juga membatasi akses investasi dan teknologi. Upaya diversifikasi ekonomi menjadi tantangan besar yang akan menentukan posisi Rusia di masa depan.

10. Kanada stabil dengan kombinasi sumber daya dan jasa

Kanada melengkapi daftar negara terkaya di dunia 2026 dengan proyeksi PDB sekitar 2,42 triliun dolar Amerika atau sekitar Rp38 kuadriliun. Perekonomian Kanada terintegrasi erat dengan Amerika Serikat melalui perdagangan dan investasi lintas batas. Sumber daya alam, seperti minyak, mineral, dan kayu, masih menjadi pilar utama ekspor.

Di saat yang sama, Kanada berhasil mengembangkan sektor jasa dan teknologi di kota-kota besar. Sistem perbankan yang stabil dan regulasi yang kuat membuat ekonomi Kanada relatif tahan terhadap guncangan global. Keseimbangan ini menjadi kekuatan utama ekonomi Kanada.

Daftar negara terkaya di dunia 2026 menunjukkan bahwa kekuatan ekonomi global masih terpusat pada negara-negara dengan skala ekonomi besar dan struktur yang relatif matang. Meski menghadapi tantangan demografi, geopolitik, dan transisi ekonomi, sepuluh negara ini tetap menjadi aktor utama dalam perdagangan dan investasi global. Ke depan, kemampuan beradaptasi terhadap perubahan teknologi dan sosial akan menjadi kunci untuk mempertahankan posisi mereka.

Daftar 10 Negara Terkaya 2025, Nomor 1 Bukan AS atau China Prabowo Optimistis RI Bisa Jadi Negara Terkaya ke-4 Dunia Tapi Ini Syaratnya 5 Negara Terkaya di Asia Tenggara, Nomor Satu Singapura