BI proyeksikan pertumbuhan ekonomi kuartal I tembus 5,2 persen

Jakarta, IDN Times - Bank Indonesia (BI) memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat mencapai 5,2 persen pada kuartal I-2026. Hal ini didorong oleh sumber pertumbuhan ekonomi domestik. Secara keseluruhan, pertumbuhan ekonomi tahun 2026 diperkirakan berada dalam rentang 4,9–5,7 persen. “Pada kuartal I-2026, ekonomi kita diperkirakan masih tumb...

Read More »

Bedah rancangan POJK baru RBB: Kredit program pemerintah hingga aturan dividen

Ussindonesia.co.id – JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggodok versi terbaru regulasi yang mengatur rencana bisnis bank (RBB). Sebelumnya, Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi sempat mengumumkan bahwa pihaknya mendorong industri perbankan untuk lebih masif terlibat dalam program-program prioritas pemerintah melalui penyesuaian aturan RBB. Wanita yang akrab disapa Kiki itu menyebut, langkah ini ditempuh untuk mencapai target...

Read More »

Indika Energy (INDY) incar perbaikan kinerja lewat diversifikasi usaha

Ussindonesia.co.id JAKARTA. PT Indika Energy Tbk (INDY) mengintip peluang perbaikan kinerja pada 2026. Tak hanya memanfaatkan pemulihan harga batubara, emiten ini juga makin aktif mendiversifikasikan bisnisnya. Sebagai kilas balik, INDY mengalami penurunan pendapatan 17,14% year on year (yoy) menjadi US$ 2,03 miliar pada 2025. Laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk juga tergerus 40,18% yoy menjadi US$ 6,03 juta. Head of...

Read More »

Mencari peluang dari saham lapis kedua

Ussindonesia.co.id JAKARTA. Di tengah kondisi pasar yang dipenuhi risiko kontraksi, kinerja saham-saham lapis kedua (second liner) relatif tahan banting. Saham-saham ini pun tetap bisa menjadi opsi bagi investor asalkan mampu jeli memilihnya. Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), indeks kumpulan saham lapis kedua atau IDX Small-Mid Cap (SMC) Composite terkoreksi 6,14% year to date (ytd) ke level 472,417 hingga Senin (13/4/2026). Kinerja IDX SMC...

Read More »

Wall Street dibuka melemah, kegagalan perundingan AS-Iran mengguncang investor

Ussindonesia.co.id NEW YORK. Indeks utama Wall Street dibuka melemah pada awal perdagangan Senin (13/4/2026), setelah pembicaraan antara AS dan Iran akhir pekan lalu gagal menghasilkan kesepakatan untuk mengakhiri perang. Hal ini mengancam rebound di pasar saham dan berisiko memicu Kembali gejolak volatilitas. Mengutip Reuters, pada bel pembukaan perdagangan, indeks Dow Jones Industrial Average turun 198,4 poin, atau 0,41%, ke level 47.718,21....

Read More »

Unilever Indonesia (UNVR) buka suara soal kabar penjualan lini bisnis jus Buavita

Ussindonesia.co.id JAKARTA. PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) menanggapi kabar soal penjualan lini bisnis jus Buavita milik perusahaan. Dalam keterbukaan informasi pada Senin (13/4/2026), Corporate Secretary PT Unilever Indonesia Tbk Mario Abdi Amrillah menegaskan, hingga saat ini bisnis jus Buavita masih sepenuhnya berada di bawah kepemilikan perusahaan. Ia juga memastikan perusahaan belum pernah menandatangani perjanjian jual beli apa pun yang...

Read More »

Saham big banks kompak melemah, Senin (13/4), begini rekomendasi analis

Ussindonesia.co.id JAKARTA. Saham bank berkapitalisasi besar alias big banks kompak melemah lagi pada penutupan perdagangan hari ini, Senin (13/4/2026). Pergerakan big banks pekan ini diproyeksi masih dalam rebound terbatas. Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mengalami pelemahan paling dalam hari ini. BBCA ditutup pada level harga Rp 6.575 atau turun 1,87% dibandingkan penutupan sebelumnya. Selanjutnya, saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) turun...

Read More »

Negosiasi AS–Iran gagal, rupiah masih dibayangi volatilitas

Ussindonesia.co.id JAKARTA. Pergerakan rupiah kembali berada dalam tekanan seiring meningkatnya ketidakpastian global setelah negosiasi antara Amerika Serikat (AS) dan Iran gagal mencapai kesepakatan. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah di pasar spot ditutup melemah tipis 1 poin ke level Rp 17.105 per dolar AS. Chief Analyst Doo Financial Futures, Lukman Leong menilai sentimen utama yang menekan rupiah berasal dari eskalasi konflik geopolitik di...

Read More »