Merger MORA dan MyRepublic efektif April 2026, pemegang saham MORA bisa terdilusi 50%

Ussindonesia.co.id JAKARTA. Rencana penggabungan usaha alias merger PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA) dan PT Eka Mas Republik akan berlaku efektif pada April 2026. Manajemen dalam keterbukaan informasi di BEI menjelaskan aksi korporasi ini adalah untuk mengintegrasikan infrastruktur backbone milik MORA dengan jaringan Fiber to the Home (FTTH) milik Eka Mas Republik guna menciptakan efisiensi operasional dan memperluas jangkauan layanan....

Read More »

Pasar bergejolak, reksadana saham turun, ini strategi manajer investasi

Ussindonesia.co.id JAKARTA. Kinerja reksadana saham pada akhir Februari 2026 sempat menunjukkan hasil yang cukup positif. Berdasarkan data Infovesta per 27 Februari 2026, reksadana saham membukukan return tertinggi sebesar 2,0% secara bulanan, meskipun pada saat yang sama Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) justru masih terkoreksi 1,13%. Namun, memasuki pertengahan Maret, kinerja reksadana saham justru melemah. Berdasarkan data Infovesta per 16...

Read More »

Program konversi PLTD ke PLTS dipercepat, begini dampaknya bagi emiten

Ussindonesia.co.id JAKARTA. Program konversi Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) menjadi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) bakal dipercepat oleh BPI Danantara. Langkah ini dinilai akan menjadi peluang bagi emiten-emiten yang memiliki lini bisnis pengembangan PLTS maupun terkait rantai pasok di dalamnya. Dalam berita sebelumnya, Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia Rosan Roeslani menyatakan, konversi PLTD menjadi PLTS dianggap...

Read More »

Bitcoin tangguh di tengah gejolak global, emas dan saham tertekan

Ussindonesia.co.id JAKARTA. Gejolak di Timur Tengah memicu ketidakpastian di pasar keuangan global. Di tengah kondisi tersebut, Bitcoin menunjukkan ketahanan dengan kenaikan sekitar 12% dalam 60 hari terakhir, diperdagangkan di kisaran US$ 70.000–US$ 71.000 per Selasa (24/03/2026). Sementara itu, indeks saham S&P 500 turun sekitar 4%, dan harga emas terkoreksi hingga 16%, mencatatkan penurunan terbesar sejak 1983 dengan level sekitar US$ 4.400 per...

Read More »

Alarm pasar saham aktif setelah 25 tahun, apa artinya bagi investor?

Pernah dengar istilah “pasar saham lagi mahal” tapi bingung maksudnya apa? Banyak investor sering mengandalkan indikator sederhana seperti rasio P/E (Price to Earning Ratio) atau P/S (Price to Sales Ratio) untuk menilai harga saham. Masalahnya, indikator tersebut cuma melihat kondisi dalam jangka pendek. Padahal, pasar saham itu bergerak dalam sikl...

Read More »

IHSG masih volatil usai libur panjang, analis sarankan selektif

Ussindonesia.co.id JAKARTA. Volatilitas pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih akan tinggi usai libur panjang. Gejolak geopolitik global, khususnya di Timur Tengah masih menjadi sentimen utama yang membayangi pergerakan pasar. Sekadar mengingatkan, IHSG ditutup menguat 1,2% atau naik 84,55 poin ke level 7.106,83 pada Selasa (17/3). Namun sepanjang 2026 berjalan ini, IHSG masih melemah 17,81%. Selama libur panjang, nilai kontrak rupiah di...

Read More »

Kinerja melemah, begini prospek reksadana saham di sepanjang tahun ini

Ussindonesia.co.id JAKARTA. Kinerja reksadana saham sempat mencatatkan kenaikan signifikan secara bulanan. namun dalam beberapa bulan terakhir mulai tertekan dan berbalik melemah Berdasarkan data Infovesta per 27 Februari 2026 mencatat reksadana saham membukukan return tertinggi sebesar 2,0% secara bulanan, meskipun pada saat yang sama Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) justru masih terkoreksi 1,13%. Namun, memasuki pertengahan Maret, kinerja...

Read More »

Pasca-Lebaran, IHSG diproyeksi masih bergejolak dipengaruhi ketegangan global

Ussindonesia.co.id JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan masih fluktuatif usai libur panjang Lebaran. Sentimen geopolitik global kembali memanas dan memicu ketidakpastian pasar. Selama libur panjang, ketegangan Amerika Serikat (AS) dan Iran sempat menekan pasar Asia. Bahkan, pergerakan nilai kontrak rupiah di pasar Non-Deliverable Forward (NDF) menembus level Rp 17.000 per dolar AS. Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas...

Read More »