Ussindonesia.co.id JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan melanjutkan tren penguatan pada perdagangan Selasa (14/4/2026), setelah pada penutupan Senin (13/4) naik 0,56% ke level 7.500,19. Penguatan ini dinilai masih memiliki ruang, meski pergerakan diperkirakan cenderung fluktuatif. VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas, Oktavianus Audi, menyebut IHSG berpotensi bergerak dalam rentang terbatas dengan kecenderungan menguat. Baca Juga:...
Read More »Trump unggah gambar AI dirinya seolah Yesus setelah sebut Paus Leo XIV lemah
Presiden AS Trump mengunggah gambar AI di Truth Social, yang menunjukkan dirinya yang digambarkan seperti Yesus. Hal ini dilakukan sekitar 40 menit unggahan Trump yang menyebut Paus Leo XIV lemah.
Read More »Harga plastik meroket, Kemendag cari pemasok bahan baku dari India hingga Afrika
Kementerian Perdagangan mencari sumber impor baru bijih plastik dari India, AS, dan Afrika untuk mengatasi kenaikan harga plastik akibat konflik di Timur Tengah.
Read More »BI proyeksikan pertumbuhan ekonomi kuartal I tembus 5,2 persen
Jakarta, IDN Times - Bank Indonesia (BI) memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat mencapai 5,2 persen pada kuartal I-2026. Hal ini didorong oleh sumber pertumbuhan ekonomi domestik. Secara keseluruhan, pertumbuhan ekonomi tahun 2026 diperkirakan berada dalam rentang 4,9–5,7 persen. “Pada kuartal I-2026, ekonomi kita diperkirakan masih tumb...
Read More »Bedah rancangan POJK baru RBB: Kredit program pemerintah hingga aturan dividen
Ussindonesia.co.id – JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggodok versi terbaru regulasi yang mengatur rencana bisnis bank (RBB). Sebelumnya, Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi sempat mengumumkan bahwa pihaknya mendorong industri perbankan untuk lebih masif terlibat dalam program-program prioritas pemerintah melalui penyesuaian aturan RBB. Wanita yang akrab disapa Kiki itu menyebut, langkah ini ditempuh untuk mencapai target...
Read More »Indika Energy (INDY) incar perbaikan kinerja lewat diversifikasi usaha
Ussindonesia.co.id JAKARTA. PT Indika Energy Tbk (INDY) mengintip peluang perbaikan kinerja pada 2026. Tak hanya memanfaatkan pemulihan harga batubara, emiten ini juga makin aktif mendiversifikasikan bisnisnya. Sebagai kilas balik, INDY mengalami penurunan pendapatan 17,14% year on year (yoy) menjadi US$ 2,03 miliar pada 2025. Laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk juga tergerus 40,18% yoy menjadi US$ 6,03 juta. Head of...
Read More »Mencari peluang dari saham lapis kedua
Ussindonesia.co.id JAKARTA. Di tengah kondisi pasar yang dipenuhi risiko kontraksi, kinerja saham-saham lapis kedua (second liner) relatif tahan banting. Saham-saham ini pun tetap bisa menjadi opsi bagi investor asalkan mampu jeli memilihnya. Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), indeks kumpulan saham lapis kedua atau IDX Small-Mid Cap (SMC) Composite terkoreksi 6,14% year to date (ytd) ke level 472,417 hingga Senin (13/4/2026). Kinerja IDX SMC...
Read More »Wall Street dibuka melemah, kegagalan perundingan AS-Iran mengguncang investor
Ussindonesia.co.id NEW YORK. Indeks utama Wall Street dibuka melemah pada awal perdagangan Senin (13/4/2026), setelah pembicaraan antara AS dan Iran akhir pekan lalu gagal menghasilkan kesepakatan untuk mengakhiri perang. Hal ini mengancam rebound di pasar saham dan berisiko memicu Kembali gejolak volatilitas. Mengutip Reuters, pada bel pembukaan perdagangan, indeks Dow Jones Industrial Average turun 198,4 poin, atau 0,41%, ke level 47.718,21....
Read More »Unilever Indonesia (UNVR) buka suara soal kabar penjualan lini bisnis jus Buavita
Ussindonesia.co.id JAKARTA. PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) menanggapi kabar soal penjualan lini bisnis jus Buavita milik perusahaan. Dalam keterbukaan informasi pada Senin (13/4/2026), Corporate Secretary PT Unilever Indonesia Tbk Mario Abdi Amrillah menegaskan, hingga saat ini bisnis jus Buavita masih sepenuhnya berada di bawah kepemilikan perusahaan. Ia juga memastikan perusahaan belum pernah menandatangani perjanjian jual beli apa pun yang...
Read More »Saham big banks kompak melemah, Senin (13/4), begini rekomendasi analis
Ussindonesia.co.id JAKARTA. Saham bank berkapitalisasi besar alias big banks kompak melemah lagi pada penutupan perdagangan hari ini, Senin (13/4/2026). Pergerakan big banks pekan ini diproyeksi masih dalam rebound terbatas. Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mengalami pelemahan paling dalam hari ini. BBCA ditutup pada level harga Rp 6.575 atau turun 1,87% dibandingkan penutupan sebelumnya. Selanjutnya, saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) turun...
Read More »