
Ussindonesia.co.id , JAKARTA – Indeks Bisnis-27 ditutup melemah pada perdagangan Senin (16/3). Meski turun, saham konstituen seperti ASII, BBNI, sampai PTBA tetap ditutup menguat.
Melansir IDX Mobile, indeks hasil kerja sama harian Bisnis Indonesia ini ditutup menguat 1% atau 4,86 poin ke 481,20. Indeks hari ini bergerak di rentang 473,44 sampai 486,04. Kapitalisasi pasar indeks Bisnis-27 menjadi Rp3.608 triliun.
Sepanjang hari ini indeks mencatat transaksi 4,90 miliar saham dengan nilai Rp5,80 triliun. Sebanyak 11 saham konstituen ditutup menguat dan 16 saham berakhir di zona merah.
Saham konstituen yang menguat itu adalah saham PT Astra International Tbk. (ASII) yang naik 0,43% ke Rp5.850, saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) naik 1,89% ke Rp4.320, saham PT Dharma Satya Nusantara Tbk. (DSNG) naik 0,37% ke Rp1.350, saham PT Medikaloka Hermina Tbk. (HEAL) naik 2,69% ke Rp1.335, dan saham PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF) naik 1,27% ke Rp5.975.
Selanjutnya, saham PT Kalbe Farma Tbk. (KLBF) ditutup menguat 0,52% ke Rp970, saham PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) naik 2,94% ke Rp1.750, saham PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk. (MIKA) naik 1,94% ke Rp2.100, saham PT Mayora Indah Tbk. (MYOR) naik 4,19% ke Rp1.865, saham PT Bukit Asam (Persero) Tbk. (PTBA) naik 0,34% ke Rp2.920, dan saham PT United Tractors Tbk. (UNTR) naik 1,38% ke Rp29.475.
: IHSG Ditutup Merosot ke 7.022, Saham AMMN, DSSA dan BREN Kompak Merah
Laju indeks Bisnis-27 hari ini sejalan dengan tren indeks harga saham gabungan (IHSG) yang ditutup koreksi 1,61% atau 114,92 poin ke 7.022.
Tim Riset Phintraco Sekuritas menjelaskan bahwa jelang libur panjang Nyepi dan Idul Fitri 2026 pasar saham cenderung wait and see. Secara teknikal IHSG disebut masih berpotensi menguji di level psikologis 7.000.
Sentimen yang menekan IHSG antara lain adalah penguatan harga minyak mentah yang berlanjut menjadi sentimen negatif. Di sisi lain, konflik AS-Iran yang menjadi pemicu lonjakan harga komoditas belum menunjukkan tanda-tanda akan segera berakhir dalam waktu dekat. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran akan potensi stagflasi.
“Perkembangan perang di Timur Tengah dan dampaknya terhadap pasar energi masih akan mempengaruhi pergerakan indeks bursa global serta berperan terhadap serangkaian keputusan kebijakan moneter dari para bank sentral. The Fed diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuan di level 3,5%-3,75%,” tulis riset tersebut, Senin (16/3/2026).
Sementara sentimen dari domestik, investor sangat menantikan kebijakan apa yang akan ditempuh oleh pemerintah untuk menghadapi kenaikan harga minyak mentah. Presiden Prabowo Subianto menyatakan lebih cenderung akan melakukan penghematan dan efisiensi anggaran daripada memperlebar defisit APBN. Prabowo juga menekankan bahwa pemerintah masih menghadapi masalah kebocoran dan inefisiensi anggaran, sehingga masih memiliki ruang untuk melakukan efisiensi.
Sementara itu, Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada esok hari (17/3) diperkirakan akan mempertahankan BI Rate di level 4,75%.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.