
Ussindonesia.co.id JAKARTA. Emiten pertambangan batubara, PT Bayan Resources Tbk (BYAN) mencatat penurunan kinerja keuangan sepanjang kuartal I-2026, baik dari sisi top line maupun bottom line.
Berdasarkan laporan keuangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), pendapatan BYAN berkurang 7,70% year on year (yoy) menjadi US$ 821,65 juta pada kuartal I-2026, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yakni US$ 890,15 juta.
Sebagian besar pendapatan BYAN pada kuartal I-2026 berasal dari segmen batubara yakni US$ 1,11 miliar atau turun 5,13% yoy dibandingkan periode sebelumnya US$ 1,17 miliar. Sebaliknya, pendapatan dari segmen nonbatubara tumbuh 16,78% yoy dari US$ 431,36 juta pada kuartal I-2025 menjadi US$ 503,74 juta pada kuartal I-2026.
Pendapatan dan Laba Bersih Adaro Andalan Indonesia (AADI) Menyusut di Kuartal I-2026
Seluruh pendapatan tersebut kemudian dikurangi oleh eliminasi sebesar US$ 791,76 juta pada akhir kuartal I-2026.
BYAN mampu memangkas beban pokok pendapatan sebesar 3,53% yoy menjadi US$ 554,59 juta pada kuartal I-2026, dari sebelumnya yaitu US$ 574,90 juta.
Alhasil, BYAN memperoleh laba bruto sebesar US$ 267,06 juta pada kuartal I-2026 atau menurun 15,29% yoy dibandingkan laba bruto perusahaan pada kuartal I-2025 yakni US$ 315,25 juta.
BYAN turut mengantongi laba sebelum pajak sebesar US$ 248,63 juta pada kuartal I-2026 atau terkoreksi 12,02% yoy dibandingkan periode yang sama tahun lalu yakni US$ 282,61 juta.
Hasil ini dibarengi oleh penurunan beban penjualan 7,03% yoy dari US$ 10,52 juta pada kuartal I-2025 menjadi US$ 9,78 juta pada kuartal I-2026.
Ada Potensi Bullish, Begini Proyeksi Harga Bitcoin ke Depan
Hingga akhir kuartal I-2026, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk BYAN tercatat sebesar US$ 190,79 juta. Angka ini terkoreksi 12,45% yoy dibandingkan laba bersih BYAN pada kuartal I-2025 yaitu US$ 217,91 juta.
BYAN memiliki total aset sebanyak US$ 3,51 miliar pada akhir kuartal I-2026 atau meningkat 3,85% dibandingkan total aset perusahaan pada akhir 2025 senilai US$ 3,38 miliar.