IHSG rawan koreksi hari ini (25/2), cek saham MBMA, TAPG, hingga WIRG

Ussindonesia.co.id , JAKARTA – Indeks harga saham gabungan (IHSG) berpotensi kembali mengalami koreksi pada perdagangan hari ini, Rabu (25/2/2026). Sejumlah saham seperti MBMA, TAPG, hingga WIRG masuk sebagai rekomendasi harian BRI Danareksa Sekuritas.

Analis Teknikal BRI Danareksa Sekuritas Reza Diofanda menilai bahwa indeks komposit sebetulnya masih memiliki tren bullish, dengan level 8.400 menjadi posisi resistansi psikologis. Namun, indeks diprediksi akan bergerak melemah ke level 8.230—8.150 sebelum melanjutkan tren tersebut.

Pada perdagangan kemarin, indeks bergerak melemah 1,37% ke level 8.280. Hanya saja, net buy investor asing senilai Rp621,89 miliar di pasar reguler masih terjadi. Sentimen eksternal dinilai menjadi penggerak utama pasar kemarin, terutama menjelang pertemuan lanjutan AS—Iran serta meningkatnya ketidakpastian mengenai arah suku bunga The Fed.

”Secara teknikal, struktur tren IHSG masih berada dalam fase bullish. Area 8.400 kembali terbukti sebagai resistance psikologis dan zona distribusi jangka pendek. Indeks berpotensi menguji support minor di 8.230 hingga 8.150 sebagai area validasi sebelum melanjutkan tren,” katanya dalam riset harian, Rabu (25/2/2026).

Menurutnya, pelaku pasar akan mencermati perkembangan negosiasi AS–Iran pekan ini, mengingat implikasinya terhadap harga saham, serta volatilitas komoditas khususnya minyak dan emas.

: Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini, Rabu 25 Februari 2026

Saham PT Merdeka Battery Materials Tbk. (MBMA) menjadi salah satu rekomendasi BRIDS pada perdagangan hari ini, dengan area beli pada level Rp830—Rp870 dan target harga pada Rp945—Rp1.035. Stop loss saham MBMA berada pada level kurang dari Rp760.

Reza menilai, pergerakkan saham MBMA saat ini tengah mengalami pullback dengan area support pada level Rp765—Rp830. Selama bertahan di atas level tersebut, peluang menguat ke target harga dinilai akan terjadi.

”Sentimen tambahannya adalah seiring perbaikan harga nikel dan rencana operasional HPAL mulai pertengahan 2026, prospek 2026 dinilai lebih positif. Progres proyek SLNC telah mencapai 54% (pabrik) dan 29% (FPP),” katanya.

Sementara itu, saham PT Triputra Agro Persada Tbk. (TAPG) juga masuk sebagai rekomendasi analis dengan buy on break pada level lebih dari Rp1.590. Target harga saham ini berada pada level Rp1.630—Rp1.685, dengan stop loss pada area kurang dari Rp1.550.

: Eks Dirut KAI Ignasius Jonan Diangkat Jadi Presiden Komisaris Soho Global (SOHO)

Secara teknikal, saham TAPG dinilai telah mampu rebound dari garis MA 200 dan telah terjadi penguatan yang disertai peningkatan volume. Jika mampu break dari resistance Rp1.590, saham ini memiliki peluang menguat ke level resistance baru yang menjadi target harga.

Belum lagi, TAPG didorong oleh sentimen pemerintah Indonesia yang berharap komoditas minyak kelapa sawit mendapatkan tarif 0% ke AS.

Terakhir, analis merekomendasikan saham PT WIR Asia Tbk. (WIRG) dengan area beli pada level Rp90—Rp93, dan target harga pada level Rp97—Rp102. Stop loss saham ini berada pada level kurang dari Rp86.

”Pergerakan saham WIRG membentuk pola cup and handle dengan volume yang meningkat. Level neckline berada pada Rp86—Rp90 dan selama berada di atas level tersebut, masih ada potensi lanjutan penguatan hingga resistancenya di Rp97—Rp102,” katanya.

Sebaliknya, analis merekomendasikan jual saham PT Royaltama Mulia Kontraktorindo Tbk. (RMKO) lantaran pergerakkan sahamnya cenderung bearish secara jangka pendek. Tekanan jual tampak dari peningkatan volume sell dan berpotensi menguji level support Rp680—Rp525.

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.