Wall Street dibuka naik Rabu (6/5), harapan damai AS-Iran dan AI angkat sentimen

Ussindonesia.co.id  Wall Street dibuka menguat pada Rabu (6/5/2026), memperpanjang reli setelah meningkatnya harapan tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran serta berlanjutnya optimisme terhadap sektor kecerdasan buatan (AI).

Melansir Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average naik 143,9 poin atau 0,29% ke level 49.442,19 saat pembukaan.

Sementara itu, S&P 500 menguat 34,9 poin atau 0,48% ke 7.294,14, dan Nasdaq Composite naik 169 poin atau 0,67% ke 25.495,17.

Wall Street Dibuka Menguat, Didorong Harapan Perdamaian AS-Iran dan Sentimen AI

Penguatan ini melanjutkan tren positif sehari sebelumnya yang mendorong S&P 500 dan Nasdaq ke rekor tertinggi.

Sentimen pasar turut ditopang oleh proyeksi kinerja positif dari Advanced Micro Devices (AMD), yang memperkirakan pendapatan kuartal II melampaui ekspektasi berkat kuatnya permintaan chip pusat data.

Kepala riset makro dan strategi di Schwab Center for Financial Research Kevin Gordon menilai, pasar saat ini masih didorong oleh euforia investasi di sektor AI.

Menurutnya, meski perang berkepanjangan dan kenaikan harga bahan bakar dapat menekan konsumsi, ekonomi AS masih relatif aman dari risiko resesi selama pasar tenaga kerja tetap solid.

Pertumbuhan Ekonomi 5,61% per Kuartal I-2026 Beda Arah dengan Kinerja Emiten di BEI

Data ketenagakerjaan terbaru dari ADP menunjukkan sektor swasta AS menambah 109.000 lapangan kerja pada April, lebih tinggi dari ekspektasi 99.000.

Di sisi lain, harga minyak turun ke level terendah dalam dua pekan, dengan minyak mentah Brent anjlok sekitar 7,9%.

Penurunan ini terjadi seiring laporan bahwa Washington dan Teheran semakin dekat dengan kesepakatan untuk mengakhiri konflik di Timur Tengah.

Menurut laporan media, kesepakatan awal tersebut mencakup penghentian konflik dan dimulainya periode negosiasi selama 30 hari untuk membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz, membatasi program nuklir Iran, serta mencabut sanksi AS.

Kenaikan indeks saham mencerminkan meningkatnya minat risiko investor, terutama jika kinerja perusahaan tetap kuat dan peluang tercapainya kesepakatan damai terus terbuka.

Erajaya (ERAA) Perkuat ESG di Tengah Lonjakan Kinerja dan Ekspansi Bisnis

Namun, sejumlah analis mengingatkan agar pasar tidak terlalu optimistis tanpa kepastian lebih lanjut.

Analis pasar senior di Capital.com, Kyle Rodda, mengatakan pasar saat ini bertaruh bahwa konflik Timur Tengah tidak akan kembali memanas dan mengganggu reli berbasis kinerja perusahaan.

“Risikonya cukup tinggi. Jika asumsi ini salah, aset berisiko bisa berbalik turun tajam,” ujarnya.

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump tetap melontarkan peringatan keras terhadap Iran, termasuk ancaman aksi militer jika tidak ada kerja sama.

Dari sisi saham, AMD melonjak 16,6% dalam perdagangan pre-market dan Intel naik 4,3%.

Transaksi Kripto RI Turun Maret 2026, Dipicu Sentimen Global dan Domestik

Super Micro Computer melesat 13% setelah memberikan proyeksi pendapatan dan laba kuartal IV di atas ekspektasi.

Saham Alphabet juga naik 1,8%, memperkecil jarak dengan Nvidia (+1,9%) dalam perebutan posisi perusahaan dengan kapitalisasi pasar terbesar di dunia.

Sementara itu, Arm Holdings menguat 11% menjelang rilis laporan keuangan terbarunya.