
Ussindonesia.co.id JAKARTA. Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara melakukan pengalihan sejumlah saham emiten BUMN karya kepada Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN).
PT PP Tbk (PTPP), PT Adhi Karya Tbk (ADHI), PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), dan PT Waskita Karya Tbk (WSKT) kompak menyampaikan perihal perubahan kepemilikan saham.
Dalam keterbukaan informasi tanggal 7 Januari 2026, para emiten konstruksi pelat merah itu masing-masing mendapatkan surat terkait pemberitahuan penandatanganan perjanjian pengalihan saham dari PT Danantara Asset Management (DAM) kepada BP BUMN.
Dalam surat tersebut, Kepala BP BUMN Dony Oskaria bilang, saham Seri B milik DAM yang dialihkan kepada BP BUMN akan diklasifikasikan menjadi saham Seri A Dwiwarna.
IHSG Menguat 0,14% ke 8.946 pada Sesi I Rabu (7/1), INCO, NCKL, ANTM Top Gainers LQ45
Sehingga, kepemilikan saham Seri A Dwiwarna Negara Republik Indonesia melalui BP BUMN pada masing-masing emiten tersebut menjadi 1%.
ADHI menyampaikan, sebelum transaksi BP BUMN punya 1 saham Seri A Dwiwarna dan DAM punya 5,40 miliar saham Seri B. Hak suara BP BUMN 0% dan DAM 64,33%.
Setelah transaksi, BP BUMN punya 1 saham Seri A Dwiwarna dan 54,08 juta saham Seri B, serta DAM memegang 5,35 miliar saham Seri B. Hak suara BP BUMN 0,64% dan DAM 63,69%.
“Harga saham ditentukan berdasarkan nilai buku sebesar Rp 5,40 miliar, yang mana menggunakan nilai sementara dan akan ditetapkan kemudian secara definitif berdasarkan keputusan Kepala BP BUMN,” ungkap Corporate Secretary ADHI, Rozi Sparta dalam keterbukaan informasi tanggal 7 Januari 2026.
WIKA menyampaikan, sebelum transaksi BP BUMN punya 1 saham Seri A Dwiwarna dan DAM punya 36,29 miliar saham Seri B. Hak suara BP BUMN 0% dan DAM 91,01%.
IHSG Menguat pada Perdagangan Rabu (7/1/2026) Pagi, INCO, NCKL, MBMA Top Gainers LQ45
Setelah transaksi, BP BUMN punya 1 saham Seri A Dwiwarna dan 362,91 juta saham Seri B, serta DAM memegang 35,92 miliar saham Seri B. Hak suara BP BUMN menjadi 0,91% dan DAM 90,11%.
“Saham Seri B itu punya nilai nominal Rp 100 per saham,” ujar Corporate Secretary WIKA, Ngatemin dalam keterbukaan informasi tanggal 7 Januari 2026.
WSKT mengatakan, setelah transaksi tersebut, terdapat kepemilikan langsung saham perseroan oleh Negara Republik Indonesia melalui 217,05 juta saham Seri A Dwiwarna dengan hak istimewa melalui Kepala BP BUMN dan kepemilikan tidak langsung melalui 21,48 miliar lembar saham Seri B milik DAM yang terkonsolidasi pada Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara.
“Negara Republik Indonesia melalui kepemilikan langsung saham Seri A Dwiwarna WSKT dan tetap merupakan Pemilik Manfaat Akhir (ultimate beneficial owner) dari WSKT melalui kepemilikan secara tidak langsung melalui DAM,” kata Sekretaris Perusahaan WSKT, Ermy Puspa Yunita dalam keterbukaan informasi tanggal 7 Januari 2026.
IHSG Berpotensi Lanjut Menguat, Cermati Saham Rekomendasi Analis, Rabu (7/1)
Untuk PTPP, BP BUMN memegang 1 saham Seri A Dwiwarna dan DAM memegang 3,16 miliar saham Seri B sebelum transaksi tersebut. Hak suara BP BUMN 0% dan DAM 51%.
Usai transaksi, BP BUMN punya 1 saham Seri A Dwiwarna dan 31,61 juta saham Seri B, serta DAM punya 3,13 miliar saham Seri B. Hak suara BP BUMN menjadi 0,51% dan DAM 50,49%.
Harga pengalihan saham PTPP senilai Rp 3,16 miliar, yang mana menggunakan nilai sementara dan akan ditetapkan kemudian secara definitif berdasarkan keputusan Kepala BP BUMN.