Adhi Karya (ADHI) catat kontrak baru Rp 18,1 triliun di 2025, target RKAP terlampaui

Ussindonesia.co.id JAKARTA. PT Adhi Karya Tbk (ADHI) mencatatkan nilai kontrak baru Rp 18,1 triliun sepanjang tahun 2025.

Corporate Secretary ADHI, Rozi Sparta mengatakan, angka tersebut telah melampaui target revisi Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2025 sebesar Rp17 triliun. 

“Realisasi tersebut melampaui target revisi RKAP 2025,” ujarnya kepada Kontan (13/1/2026).

Kata Rozi, berdasarkan lini bisnis perolehan kontrak baru terdiri dari 91% engineering & construction, 5% manufacture, 3% property & hospitality, dan 1% investment & concession. 

IHSG Menguat 0,72% ke 8.948 pada Selasa (13/1), MBMA, PGEO, MDKA Top Gainers LQ45

Berdasarkan tipe pekerjaan, sebesar 43% berasal dari pekerjaan Gedung, 15% infrastruktur Sumber Daya Air, 14% Jalan & Jembatan, dan sisanya lainnya. 

“Berdasarkan sumber pendanaan 69% pemerintah, 23% BUMN, dan sisanya swasta,” ungkapnya.

Meskipun begitu, nilai kontrak baru ADHI sepanjang 2025 ini turun dari raihan tahun sebelumnya. Berdasarkan catatan KONTAN, ADHI mencatatkan nilai kontrak baru Rp 20 triliun sepanjang tahun 2024.

Rupiah Melemah, Sikap The Fed yang Cenderung Hawkish dan Defisit Anggaran Menghantui

Rozi menuturkan, ADHI berencana untuk melakukan divestasi salah satu entitas afiliasi dalam portofolio bisnis yang dimiliki pada tahun 2026. Hal tersebut diakui sudah sejalan dengan aspirasi pemegang saham.

“Hingga saat ini, rencana tersebut masih berada dalam tahap kajian internal,” tuturnya.