
Ussindonesia.co.id JAKARTA – Indeks harga saham gabungan (IHSG) dibuka melemah pada perdagangan Senin (30/3/2026). Tekanan sentimen global membuat indeks komposit tak mampu mempertahankan level psikologisnya di 7.000.
Dalam perdagangan intraday hari ini hingga pukul 09.55 WIB, IHSG mengalami koreksi 1,75% ke 6.972. Indeks komposit bahkan sempat menyentuh level 6.945.
Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta menjelaskan bahwa secara teknikal IHSG masih dalam fase limited downside selama indikator RSI menunjukkan oversold. Di sisi lain, indikator Stochastics K_D dan RSI masih menunjukkan sinyal positif, meskipun volumenya menurun.
“Eskalasi konflik Timur Tengah masih menjadi driver risk-off dan memicu volatilitas global. Lalu ada faktor kenaikan harga minyak yang berpotensi mendorong inflasi dan memicu market berfluktuatif,” ujar Nafan kepada Bisnis, Senin (30/3/2026).
Nafan memperkirakan di sisa perdagangan kuartal I/2026 ini akan ada aksi rebalancing portofolio oleh para manajer investasi untuk mempercantik laporan kinerja portofolio secara kuartalan.
Mirae Asset Sekuritas mengestimasi IHSG akan bergerak di level support 7.005 dan 6.892, dengan level resistance di 7.222 dan 7.482.
: Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini, Senin 30 Maret 2026
Sementara itu, Tim Riset Phintraco Sekuritas menilai apabila tidak ada katalis positif yang signifikan di pekan ini, IHSG diperkirakan akan kembali menguji di level 6.800 sampai 7.000.
Sekuritas menjelaskan bahwa durasi konflik global akan tergantung pada langkah yang diambil Amerika Serikat dan Iran. Presiden Trump telah memperpanjang batas waktu serangan terhadap Iran hingga 6 April 2026.
Namun, laporan tentang penambahan 10.000 pasukan AS semakin memicu kekhawatiran akan perang yang berkepanjangan. Apalagi, serangan Houthi Yaman terhadap Israel juga semakin menambah eskalasi perang.
“Menjelang long weekend dan batas waktu serangan AS, diperkirakan akan membuat investor cenderung berhati-hati jika tidak ada perubahan positif pekan ini,” tulis sekuritas.
IDX COMPOSITE INDEX – TradingView
Dihubungi terpisah, Pjs Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik mengatakan bahwa kondisi pasar saat ini mengindikasikan tekanan sentimen global yang belum mereda.
“Seperti yang kami sampaikan sebelumnya, bahwa saat ini ketidakpastian di pasar sangat tinggi yang diakibatkan oleh ketidakpastian gejolak geopolitik dunia,” ujar Jeffrey.