Asuransi diminta tambah investasi ke saham 20%, Ciputra Life soroti risiko likuiditas

Ussindonesia.co.id JAKARTA. PT Asuransi Ciputra Indonesia (Ciputra Life) menilai rencana pemerintah mendorong porsi investasi asuransi dan dana pensiun (dapen) di pasar modal hingga 20% perlu diimbangi dengan ketersediaan instrumen investasi yang likuid serta sesuai dengan karakteristik kewajiban industri.

Direktur Utama Ciputra Life Hengky Djojosantoso menyampaikan, secara umum tidak terdapat kendala mendasar dari sisi industri. Namun, dalam pengelolaan portofolio investasi, perusahaan harus menyesuaikan karakteristik aset dengan kewajiban kepada nasabah, baik jangka pendek, menengah, maupun panjang.

“Dalam mengatur portofolio, kami perlu menyesuaikan karakteristik antara aset investasi dengan pemenuhan kewajiban perusahaan terhadap nasabah. Selain itu, dinamika, volatilitas pasar, dan likuiditas saham juga harus kami cermati dengan baik,” ujar Hengky kepada Kontan, Rabu (12/2/2026).

Surya Fajar Sekuritas Sebut Reformasi Pasar Modal Membuat Industri Lebih Hati-hati

Ia menjelaskan, faktor likuiditas menjadi pertimbangan krusial. Meski terdapat ratusan emiten tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI), saham yang benar-benar likuid dan memiliki fundamental baik dinilai relatif terbatas.

Menurut Hengky, likuiditas penting agar perusahaan dapat melakukan penjualan saham secara cepat ketika dibutuhkan tanpa menekan harga pasar secara signifikan. Hal ini untuk menghindari potensi kerugian investasi yang dapat berdampak pada kinerja perusahaan maupun kewajiban kepada peserta.

“Meskipun di BEI terdapat ratusan saham yang listed, saham yang likuid dan berfundamental baik relatif terbatas. Likuiditas sangat penting untuk memastikan jika sewaktu-waktu diperlukan,” jelasnya.

Meski demikian, industri menyatakan dukungan terhadap langkah regulator dalam memperbaiki tata kelola dan meningkatkan transparansi pasar. Salah satu kebijakan yang dinilai positif adalah rencana peningkatan batas free float menjadi 15%.

Hengky menilai, kenaikan free float berpotensi meningkatkan likuiditas perdagangan serta menciptakan harga saham yang lebih mencerminkan kondisi fundamental. Dengan begitu, pilihan saham yang dapat masuk dalam portofolio asuransi dan dana pensiun diharapkan semakin luas.

Pasar SBN Dihadapkan Tekanan Penurunan Outlook oleh Moody’s, Ini Kata Dapen BCA

“Sehingga diharapkan menambah universe saham yang dapat dijadikan pilihan investasi bagi perusahaan asuransi dan dana pensiun,” lanjutnya.