ATH lagi! IHSG hari ini (6/1) ditutup menguat ke level 8.933

Ussindonesia.co.id , JAKARTA – Indeks harga saham gabungan (IHSG) hari ini, Selasa (6/1/2026) kembali menyentuh all time high (ATH) penutupan baru. Indeks komposit ditutup menguat 0,84% atau 74,42 poin ke 8.933,61.

Melansir IDX Moblie, pada perdagangan hari ini sebanyak 451 saham ditutup menguat, 269 saham ditutup melemah dan 238 saham tidak berubah. IHSG hari ini bergerak di rentang 8.839,01 sampai 8.940,11.

Sepanjang perdagangan hari ini pasar mencatat transaksi 65,72 miliar saham dengan nilai Rp33,86 triliun. Kapitalisasi pasar saat ini mencapai Rp16.306 triliun.

Sejumlah saham berkapitalisasi pasar besar penggerak IHSG yang ditutup menguat antara lain adalah saham PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) yang naik 10,71% ke Rp7.750, saham PT Astra International Tbk. (ASII) naik 0,36% ke Rp6.900, saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) naik 1,24% ke Rp8.175, hingga saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) ditutup naik 1,38% ke Rp3.680.

Di sisi lain, saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) ditutup koreksi 3,37% ke Rp4.880, saham PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) turun 1,25% ke Rp3.150, saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) turun 1,79% ke Rp2.200, serta saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) ditutup koreksi 1,47% ke Rp95.675.

: Rupiah Ditutup Melemah Sentuh Rp16.758 per Dolar AS

Tim riset Phintraco Sekuritas menjabarkan sejumlah sentimen yang menyertai pasar modal. Pertama, serangan Amerika Serikat (AS) ke Venezuela memang tidak terlalu direspons negatif oleh pasar, namun eskalasi global ini mendorong kenaikan mayoritas komoditas logam yang berimbas pada laju saham emiten berbasis komoditas tersebut.

Kedua, investor menyoroti sejumlah data ekonomi penting yang telah dirilis pada Senin (5/1/2026) lalu, di mana inflasi Indonesia tercatat sebesar 2,92% YoY di Desember 2025, naik dari 2,72% YoY di November 2025. Laju inflasi pada Desember 2025 ini merupakan level tertinggi sejak April 2024, namun masih dalam kisaran target Bank Indonesia di 1,5% sampai 3,5%.

Kemudian, surplus neraca perdagangan bulan November 2025 berkurang menjadi US$2,66 miliar dari US$4,34 miliar di November 2024. Hal ini karena turunnya ekspor sebesar 6,6% YoY dan impor yang naik 0,46% YoY. 

Pada sesi I perdagangan tadi, IHSG menguat 0,26% atau 23,25 poin ke 8.882,44. Secara teknikal, level tersebut menunjukkan pembentukan histogram positif pada MACD yang masih berlanjut, sedangkan stochastic RSI berada pada overbought area. Dengan begitu, sekuritas memperkirakan IHSG berpotensi bergerak dalam rentang level 8.850-8.900 pada akhir sesi perdagangan hari Selasa (6/1/2026).

Pada penutupan pasar Senin (5/1), saat IHSG ditutup naik 1,27% ke level ATH sebelumnya di 8.859,19, juga diikuti dengan tanda-tanda penguatan lanjutan. Phintraco Sekuritas menyebut, secara teknikal indikator MACD membentuk Golden Cross seiring dengan penguatan Stochastic RSI di area pivot. 

“Hal ini juga ditopang oleh kenaikan volume beli. Sehingga diperkirakan IHSG berpeluang melanjutkan penguatan menguji level 8.900, sebelum menuju level psikologis 9.000,” tulis riset tersebut.

IDX COMPOSITE INDEX – TradingView

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.