Bakal borong lahan Rp780 miliar, MPPA siapkan rights issue 24 miliar saham

Ussindonesia.co.id , JAKARTA — Emiten pengelola Hypermart PT Matahari Putra Prima Tbk. (MPPA) menyiapkan aksi korporasi penambahan modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD VIII) atau rights issue dengan menerbitkan sebanyak-banyaknya 24 miliar saham baru bernilai nominal Rp50 per saham.

Berdasarkan keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia, saham baru tersebut akan berasal dari portepel dan memiliki hak yang sama dengan saham lama, termasuk hak dividen, sementara jumlah final saham serta harga pelaksanaan masih akan ditetapkan dalam prospektus setelah pernyataan pendaftaran dinyatakan efektif regulator.

Pemegang saham utama perseroan, PT Multipolar Tbk. (MLPL), menyatakan komitmennya untuk melaksanakan seluruh haknya dalam rights issue tersebut.

: Pengelola Hypermart MPPA Borong Gedung dan Lahan Rp780 Miliar Meski Rugi Beruntun

Bahkan, Multipolar juga bersedia bertindak sebagai pembeli siaga yang akan menyerap sisa saham yang tidak diambil investor lain hingga maksimum 7,56 miliar lembar. Langkah ini menegaskan dukungan pemegang saham pengendali terhadap rencana penguatan struktur permodalan MPPA.

Pelaksanaan rights issue sendiri baru dapat dilakukan setelah perseroan memperoleh persetujuan RUPSLB yang dijadwalkan pada 30 Maret 2026, menyampaikan dokumen pernyataan pendaftaran kepada Otoritas Jasa Keuangan, serta memperoleh pernyataan efektif dari regulator.

: : Pengelola Hypermart (MPPA) Beli Tanah di Balaraja Rp54,5 Miliar untuk Ekspansi Usaha

Perseroan menargetkan seluruh proses sejak persetujuan rapat hingga efektif tidak melebihi 12 bulan sesuai ketentuan HMETD.

Dana hasil aksi korporasi ini akan diarahkan untuk ekspansi aset dan penguatan operasional. Sejumlah rencana penggunaan dana mencakup pembelian bangunan di Mall City of Tomorrow, akuisisi tanah dan bangunan di Kota Surabaya, Kabupaten Gresik, Kota Bogor, Kota Yogyakarta, serta lahan di Kabupaten Tangerang.

: : Penjualan MPPA Naik, Saham Ngegas

Transaksi tersebut melibatkan pihak afiliasi, namun telah melalui penilaian kewajaran dari penilai independen dan masing-masing nilainya tidak melebihi 10% dari total aset perseroan sehingga tidak dikategorikan sebagai transaksi material.

Sisa dana akan digunakan sebagai modal kerja dan penyertaan modal pada entitas anak untuk mendukung kegiatan usaha.

Secara proforma, jika seluruh saham baru terserap, jumlah saham ditempatkan dan disetor akan meningkat dari sekitar 12,96 miliar saham menjadi sekitar 36,96 miliar saham.

Namun jika pemegang saham selain pemegang saham utama tidak mengeksekusi haknya, kepemilikan publik berpotensi terdilusi hingga maksimum 64,92%, sementara porsi kepemilikan Multipolar dapat meningkat hingga sekitar 80,15%.

Manajemen menilai rencana penambahan modal ini akan berdampak positif terhadap kondisi keuangan konsolidasi perseroan karena meningkatkan aset dan ekuitas secara signifikan sekaligus memperkuat struktur permodalan.

Dengan fondasi keuangan yang lebih kuat, MPPA diharapkan memiliki fleksibilitas lebih besar dalam mengakses pendanaan dan menjalankan strategi ekspansi guna mendorong pertumbuhan pendapatan, profitabilitas, serta prospek usaha jangka panjang.

MPPA Bakal Beli Lahan dan Gedung Rp780 Miliar

Sebelumnya, PT Matahari Putra Prima Tbk. (MPPA) telah mengumumkan rencana pembelian sejumlah lahan dan gedung di sejumlah kota dengan total nilai transaksi mencapai Rp780 miliar.

Corporate Secretary MPPA Mirtha Sukanti menilai penandatanganan sejumlah perjanjian jual beli yang telah dilakukan akan memberikan dampak positif terhadap kegiatan usaha yang dijalankan. Penandatanganan perjanjian juga akan memberikan nilai tambah bagi pemegang saham perseroan.

“Seluruh penyelesaian transaksi tersebut masih tunduk pada sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi para pihak sebagaimana diatur dalam masing-masing perjanjian, demikian kata Mirtha menjelaskan,” tulisnya dikutip, Kamis (19/2/2026).

Berdasarkan keterbukaan informasi publik, ada enam aset yang dibeli oleh MPPA. Pertama, gedung pusat perbelanjaan Plaza Gresik (tanah 6.704 m dan bangunan 15.848 m). Aksi pembelian ini dilakukan dari PT Panca Megah Utama senilai Rp134,5 miliar. 

Kedua, Sinar Matahari Bogor dengan luas tanah 2.056 m dan bangunan 1.659 m dari PT Surya Asri Lestari (SAL) dengan total senilai Rp49,5 miliar. 

Ketiga, Mega M Kedung Badak Bogor. Perseroan membelinya dari pemilik yang sama yakni PT Surya Asri Lestari  yang memiliki luas tanah 8.001 m dan bangunan 26.657 m dari SAL senilai Rp122 miliar.

Keempat, Gedoeng Merah ex Matahari Malioboro seluas 5.382 meter persegi dari PT Nusa Malioboro Indah (NMI) dengan nilai Rp68 miliar. MPPA selanjutnya membeli tanah seluas 1.658 meter persegi juga dari pemilik yang sama.

Kelima, rumah susun seluas 16.138,06 meter persegi di Kelurahan Dukuh Menanggal, Kecamatan Gayungan. Nilai transaksi mencapai Rp351,5 miliar di luar PPN. MPPA membelinya dari PT Citra Cito Perkasa (CCP).

Keenam, MPPA membeli lahan seluas 38.169 meter persegi di Kelurahan Sukamurni dan Tobat, Kecamatan Balaraja. Nilai transaksi tercatat sebesar Rp54,5 miliar di luar PPN. Dalam pembelian ini, perseroan juga telah menandatangani PPJB dengan PT Balaraja Sentosa.

_______

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.