Begini rekomendasi saham Island Concepts (ICON) usai cetak laba

Ussindonesia.co.id  JAKARTA. Emiten akomodasi dan pariwisata, PT Island Concepts Indonesia Tbk (ICON) berhasil cetak kinerja moncer setelah empat tahun berturut-turut mencatat kerugian. 

Melansir laporan tahun buku 2025, ICON membukukan laba bersih laba bersih komprehensif sebesar Rp 5,87 miliar. Ini berbanding terbalik dengan rugi Rp 2,27 miliar pada 2024.

Dari sisi top line, pendapatan ICON tumbuh 13,5% secara tahunan atau Year on Year (YoY) menjadi Rp 232,5 miliar. Pada 2024, ICON hanya membukukan pendapatan Rp 204,9 miliar. 

Perolehan kinerja positif ICON diikuti oleh kenaikan harga sahamnya. Pada perdagangan Kamis (30/4/2026), ICON ditutup menguat 12,80% ke level Rp 414 per saham. 

Rupiah Diproyeksi Terus Melemah, Level Rp 17.500 Per Dolar AS di Depan Mata

Dalam sebulan terakhir, saham ICON sudah menguat 35,58%. Jika ditarik lebih jauh lagi, saham ICON sudah melonjak 83,12% sepanjang tahun berjalan alias year to date

Praktisi Trading & Board of Director International Federation of Technical Analyst (IFTA) Indrawijaya Rangkuti menjelaskan, secara teknikal saham ICON keluar dari periode konsolidasi panjang di kisaran Rp 30–Rp 50.

“Volume perdagangan mulai meningkat signifikan sejak Agustus–September 2025, diikuti akselerasi kuat di awal 2026 dengan volume spike lebih dari 2 juta lot pada 27 Februari 2026 ,” katanya, Minggu (3/6). 

Indra menjelaskan saham ICON membentuk higher low sejak September 2025. Menurutnya, investor dapat mencermati resistance di Rp 149 sampai Rp 173 dan support di area Rp 127–Rp 116.

“Saat ini saham ICON terlihat membentuk medium term market sideway, 2 hari terakhir membuat higher low tetapi tidak membuat higher higher sehingga ada potensi gap up,” jelas dia. 

Menurutnya, dengan kapitalisasi pasar sekitar Rp 153 miliar, ICON tergolong saham small-cap. Likuiditas yang masih rendah membuat pergerakan harganya berpotensi sangat volatil dalam waktu singkat. 

  ICON Chart by TradingView  

“Pemulihan laba di 2025 memberikan angin segar bagi ICON setelah periode sulit. Namun ICON tetap menghadapi tantangan likuiditas dan ketergantungan pada pemulihan sektor hospitality serta jasa pendukung industri,” kata dia.

Lebih lanjut, Indra menyarankan investor  untuk mencermati laporan keuangan lengkap dan strategi ekspansi manajemen ke depan untuk menilai keberlanjutan momentum ini.