BI rate naik jadi 5,25%, Danamart optimistis investor masih lirik urun dana

Ussindonesia.co.id JAKARTA. Perusahaan securities crowdfunding atau urun dana PT Dana Aguna Nusantara (Danamart) menilai kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) atau BI Rate menjadi 5,25% dapat mempengaruhi preferensi sebagian investor (pemodal), khususnya terhadap instrumen dengan profil risiko relatif lebih rendah seperti produk perbankan.

Meski demikian, Head of Marketing Communication Danamart Cindera Hegawan optimistis minat investor untuk berinvestasi di urun dana masih ada. Sebab, dia bilang urun dana memiliki karakteristik yang berbeda, yakni memberikan akses investasi langsung ke proyek sektor riil dengan potensi imbal hasil yang kompetitif.

“Hingga saat ini, proyek-proyek urun dana masih memiliki daya tarik tersendiri bagi investor yang mencari diversifikasi investasi di sektor riil,” ungkapnya kepada Kontan, Senin (1/6/2026).

ICX Optimistis Investor Masih Lirik Urun Dana di Tengah Kenaikan BI Rate

Selain itu, Cindera melihat investor di Danamart tidak hanya mempertimbangkan tingkat return, tetapi juga kualitas underlying proyek, transparansi, struktur pendanaan, serta potensi dampak ekonomi dan sosial dari proyek yang didanai. 

Untuk meyakinkan investor di tengah kenaikan suku bunga BI, Cindera mengatakan fokus utama Danamart adalah menjaga kualitas proyek dan memperkuat struktur mitigasi risiko dalam setiap pendanaan yang ditawarkan. Dia menyampaikan pihaknya akan terus melakukan kurasi proyek secara selektif, monitoring berkala, serta mendorong transparansi laporan kepada investor.

Cindera menerangkan Danamart juga berupaya menghadirkan proyek-proyek dengan underlying bisnis yang jelas, cash flow yang terukur, serta struktur pembayaran yang lebih terkontrol. 

“Dengan pendekatan tersebut, kami berharap investor tetap melihat securities crowdfunding sebagai alternatif investasi yang relevan, khususnya untuk memperoleh eksposur pada sektor riil produktif,” tuturnya.

Terkait imbal hasil, Cindera menerangkan penentuan tingkat imbal hasil pada setiap proyek dilakukan berdasarkan profil risiko, tenor, sektor usaha, serta kemampuan cash flow dari masing-masing penerbit. Oleh karena itu, dia bilang besaran imbal hasil dapat berbeda pada setiap proyek.

AAUI Ungkap Dampak Kebijakan Ekspor Satu Pintu terhadap Asuransi Umum

Saat ini, Cindera menyampaikan proyek-proyek yang didanai lewat Danamart secara umum menawarkan potensi imbal hasil yang kompetitif. 

“Kisaran sekitar 16% hingga 20% per tahun (gross), tergantung karakteristik dan risiko proyek masing-masing,” ucapnya.

Hingga akhir Mei 2026, Cindera menerangkan total dana yang telah tersalurkan melalui platform Danamart mencapai lebih dari Rp 158 miliar, dengan jumlah investor terdaftar sebanyak 11.305 investor dan lebih dari 50 penerbit yang telah bergabung di platform Danamart. Berdasarkan jumlah pembiayaan terbesar ke penerbit, sektor green economy cukup menjadi andalan dalam beberapa bulan terakhir.