
Ussindonesia.co.id JAKARTA. Bursa Asia cenderung melemah pada perdagangan pagi ini. Rabu (13/5/2026) pukul 08.21 WIB, indeks Nikkei 225 melemah 0,44% ke 62.468,3. Berbeda, indeks Hang Seng dibuka menguat tipis 0,08% ke 26.369,99.
Selanjutnya indeks Taiex terlihat melemah 1,46% menjadi 41.288,37 dan indeks Kospi naik tipis 0,01% ke 7.644,14. Sedangkan indeks ASX 200 melemah 0,42% ke 8.634,2.
Di sisi lain, FTSE Straits Times naik 0,64% ke 4.977,9 dan FTSE Malay KLCI melemah 0,01% ke 1.750,35.
Pasar Asia-Pasifik dibuka melemah karena investor mencerna angka inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan untuk bulan April di tengah kekhawatiran atas harga minyak yang lebih tinggi dan konflik Timur Tengah yang sedang berlangsung.
BREN, DSSA Hingga ANTM Terdepak dari Indeks MSCI: Bobot Indonesia di MSCI Terkikis
Presiden Donald Trump pada hari Senin (11/5/2026) mengatakan, gencatan senjata yang telah berlangsung selama sebulan antara AS dan Iran “sangat lemah” dan “dalam kondisi kritis” setelah menolak usulan balasan yang “tidak dapat diterima” dari Teheran untuk mengakhiri konflik tersebut.
Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengatakan Trump tidak memerlukan persetujuan Kongres untuk memulai kembali serangan terhadap Iran. Komentar tersebut muncul setelah pemerintahan melewati batas waktu 60 hari yang dipersyaratkan oleh undang-undang kekuasaan perang federal untuk menerima otorisasi penggunaan kekuatan militer.
Sementara itu, investor juga akan fokus pada perkembangan terkait pertemuan mendatang antara Trump dan Presiden China Xi Jinping, di mana perdagangan diperkirakan akan dibahas.
Pada awal perdagangan sesi Asia, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak pengiriman Juni 2026 turun 0,51% menjadi US$ 101,66 per barel. Sedangkan, harga minyak mentah jenis Brent untuk kontrak pengiriman Juli 2026 turun 0,57% menjadi US$ 107,16 per barel.
Cek Rekomendasi Saham Telkom Indonesia (TLKM) Usai Rilis Kinerja 2025
Kontrak berjangka S&P 500 dan Nasdaq 100 diperdagangkan mendekati titik terendah. Kontrak berjangka yang terkait dengan Dow Jones Industrial Average hanya naik 8 poin.
Selama sesi sebelumnya, baik indeks S&P 500 maupun Nasdaq Composite mengalami penurunan dari rekor tertinggi mereka. Indeks pasar secara luas turun 0,16%, sementara Nasdaq yang didominasi saham teknologi kehilangan 0,71%. Dow Jones menangkal kerugian ini, dengan menambahkan 56,09 poin, atau 0,11%.