
Ussindonesia.co.id JAKARTA. Bursa Asia melemah pada perdagangan Jumat (13/2/2026) pagi. Pukul 08.218 WIB, indeks Nikkei 225 turun 729,93 poin atau 1,27% ke 56,905,18, Hang Seng turun 329,38 poin atau 1,45% ke 26.640,16, Kospi turun 0,59 poin atau 0,01% ke 5.521,63, ASX 200 turun 110,24 poin atau 1,82% ke 8.933,40, Straits Tiems turun 40,77 poin atau 0,81% ke 4.975,35 dan FTSE Malaysia turun 1,02 poin atau 0,06% ke 1.750,70.
Bursa Asia turun, terseret pelemahan Wall Street akibat kekhawatiran tentang dampak kecerdasan buatan pada berbagai sector memicu aksi jual saham teknologi AS.
Mengutip Bloomberg, indeks MSCI Asia Pasifik turun 0,7%, penurunan pertama dalam enam sesi.
Bursa Asia Lanjut Reli di Pagi Ini (12/2), Nikkei 225 Tembus ke Atas 58.000
Meski begitu, beberapa tanda muncul di awal perdagangan Asia bahwa aksi jual lintas aset mungkin mulai mereda.
Fluktuasi tajam dalam perdagangan AS mencerminkan meningkatnya taruhan yang terkait dengan booming AI dan efek riak yang tak terduga di berbagai sektor, wilayah dan kelas aset.
Pergerakan tersebut menyoroti betapa cepatnya perubahan sentimen seputar AI dapat bergema jauh melampaui sektor teknologi.
“Saham perusahaan perangkat lunak kini diperdagangkan seperti saham bank tahun 2008,” kata Nick Ferres, kepala bagian investasi Vantage Point Asset Management di Singapura seperti dikutip Bloomberg.
Bursa Asia Lanjutkan Reli di Hari Ini (11/2), Indeks ASX 200 Melonjak 1,3%
“Asia telah berkinerja baik sepanjang tahun ini, tetapi saya khawatir tentang korelasi dengan pasar global dan pelepasan taktis,” katanya.
Sementara itu, pasar bersikap tenang terhadap prospek inflasi AS.
“Pasar tampaknya memiliki keyakinan bahwa inflasi akan turun,” kata Benjamin Wiltshire di Citigroup Inc seperti dikutip Bloomberg.
“Kita masih berada dalam lingkungan inflasi yang secara structural lebih tinggi.”