
Ussindonesia.co.id JAKARTA. Bursa Asia melanjutkan reli dan kompak menguat pada perdagangan pagi hari ini. Rabu (11/2/2026) pukul 08.21 WIB, indeks Hang Seng dibuka menguat 0,23% ke 27.246,18.
Sementara itu, indeks Taiex terlihat menguat 0,25% menjadi 33.156,14 dan indeks Kospi menguat 0,62% ke 5.334,4. Sementara itu, indeks ASX 200 melesat 1,3% ke 8.982,2.
Di sisi lain, FTSE Straits Times melemah 0,21% ke 4.953,68 dan FTSE Malay KLCI menguat 0,13% ke 1.749,78.
Bursa Asia kembali dibuka menguat, melanjutkan reli sejak awal pekan ini meskipun kekhawatiran tentang AI dan data ekonomi yang lemah di Wall Street membuat investor Amerika Serikat (AS) khawatir.
Laporan penjualan ritel AS untuk bulan Desember 2025 menunjukkan bahwa pengeluaran konsumen stagnan, meleset dari kenaikan bulanan 0,4% yang diharapkan oleh para ekonom yang disurvei oleh Dow Jones.
Rebalancing MSCI: Indofood (INDF) Terdepak dari MSCI Global Standard Index
Di Asia, investor akan menilai data inflasi China untuk bulan Januari 2026, dengan inflasi konsumen diperkirakan akan turun menjadi 0,4% dari 0,8% pada bulan Desember 2025.
Indeks harga produsen China diperkirakan akan tetap berada di wilayah deflasi untuk bulan ke-40 berturut-turut, berada di angka -1,5% dibandingkan dengan -1,9% pada bulan Desember.
Pada hari ini, bursa saham Jepang, Indeks Nikkei 225 tutup untuk hari libur.
Sementara itu, pada perdagangan sebelumnya di AS, indeks S&P 500 ditutup turun 0,33% dan indeks Nasdaq Composite melemah 0,59% karena kekhawatiran tentang AI melanda Wall Street.
Intip Rekomendasi Saham Summarecon (SMRA) Usai Kinerja Marketing Sales Melesat
Namun, indeks Dow Jones Industrial Average berhasil ditutup menguat 0,1% untuk mencatat rekor penutupan 50.188,14.
Indeks tersebut mencetak rekor intraday ketiga berturut-turut di awal hari, sebuah pergerakan yang terjadi setelah melampaui level 50.000 untuk pertama kalinya pekan lalu.