Calon emiten kompak tunda IPO di 2026, BRI Danareksa ungkap alasannya

Ussindonesia.co.id , JAKARTA – Sejumlah calon emiten yang telah memberikan mandat IPO kepada BRI Danareksa Sekuritas, menahan diri untuk melantai di Bursa Efek Indonesia hingga paruh pertama 2026.

Plt. Direktur Utama BRIDS Fifi Virgantria, menerangkan bahwa pihaknya sebetulnya telah mengantongi mandat IPO dari beberapa calon emiten, tetapi upaya perbaikan pasar modal yang tengah berlangsung membuat sejumlah emiten urung melantai di BEI dalam waktu dekat.

“Awal tahun sebetulnya sudah ada beberapa di pipeline, tapi melihat kondisi perkembangan terkini, kayaknya wait and see juga secara emiten,” katanya kepada wartawan dalam acara Economic Outlook BRIDS 2026, Jumat (13/2/2026).

: Bukalapak Dicecar BEI Soal Sisa Dana IPO Rp4,28 T, Ini Jawaban BUKA

Fifi menerangkan, calon perusahaan tercatat kini tengah berhitung mengenai pengubahan sejumlah aturan di BEI, seperti free float, keterbukaan data Ultimate Beneficial Ownership (UBO), atau keterbukaan data investor di atas 1%.

Dengan begitu, BRI Danareksa belum dapat memprediksi jumlah emiten yang akan dibawa melantai di Bursa pada awal tahun ini. Calon emiten menanti kejelasan aturan baru yang diprediksi akan rampung pada Mei 2026.

: : Likuiditas Pasar Dinilai Tetap Solid Meski IPO BUMN Absen pada 2026

“Belum lagi soal free float yang harus lebih tinggi dibandingkan sebelumnya. Ini menjadi PR bersama juga. Jadi kalau ngomong berapa [calon emiten], masih agak abu-abu sekarang, jadi kami menunggu perkembangan [oleh OJK dan SRO],” katanya.

Meskipun begitu, Fifi mengklaim bahwa sebagai penjamin emisi, BRI Danareksa Sekuritas akan memastikan seluruh calon perusahaan tercatat memenuhi aturan sebelum melantai di BEI.

: : Efek Danantara Tunda IPO BUMN, Saham Blue Chip Berpotensi Dibidik Investor

Sebelumnya diberitakan, BRI Danareksa Sekuritas sebetulnya telah mengantongi 5-6 mandat IPO dari berbagai sektor, mulai dari medis, konstruksi, properti, perkapalan, hingga energi hijau.

Terkait nilai emisi, Fifi menyebutkan bahwa proses diskusi valuasi masih berlangsung antara perseroan dengan masing-masing calon emiten. 

Adapun terkait rencana BEI menaikkan batas free float minimum menjadi 15% bagi emiten baru, pihaknya menyatakan akan menyesuaikan struktur IPO setelah aturan tersebut diterbitkan secara resmi. 

“Kami bersama calon emiten akan memastikan pemenuhan persyaratan free float baru tersebut setelah BEI secara resmi menerbitkan peraturannya,” jelas Fifi. 

Sebagai penjamin emisi, pihaknya juga akan membuka ruang diskusi dengan para calon emiten dan perusahaan tercatat untuk merespons perubahan kebijakan tersebut secara terukur.

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.