
Ussindonesia.co.id , JAKARTA — PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN) memberikan penjelasan mengenai nasib penggunaan dana hasil Penawaran Umum Perdana Saham (IPO) senilai Rp220,58 miliar yang dihimpun sejak 9 Juli 2025.
COIN berencana menggunakan dana tersebut untuk memperkuat modal belanja dua anak perusahaan, antara lain PT Central Finansial X (CFX) senilai Rp175,99 miliar (85%) dan PT Kustodian Koin Indonesia (ICC) sebanyak Rp31,05 miliar. Masing-masing memiliki kontribusi 85% dan 15%.
Akan tetapi, saat ini, dana hasil IPO tersebut belum direalisasikan dan masih ditempatkan dalam instrumen perbankan, seperti deposito dan giro.
: Arsari Grup Masuk, Indokripto (COIN) Gelar RUPSLB Akhir Desember 2025
Direktur Utama COIN, Ade Wahyu mengedepankan sikap adaptif terhadap dinamika industri aset kripto. Kondisi fundamental kedua anak perusahaan yang masih sangat kuat menjadi pertimbangan utama COIN untuk belum menyuntikkan dana tersebut dalam waktu dekat.
“Kami melihat fundamental dan posisi keuangan Bursa CFX dan ICC—sebagai bursa dan kustodian aset kripto pertama yang berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK)—berada dalam posisi yang kuat. Untuk itu, kami akan mengamati situasi dan perkembangan pasar terlebih dahulu sebelum menggunakan dana IPO,” kata Ade dalam siaran pers, Rabu (21/1/2026).
: : Alasan Arsari Group Borong Saham Indokripto (COIN)
Menurutnya, likuiditas internal yang solid pada CFX dan ICC memberikan fleksibilitas bagi Perseroan untuk meninjau kembali momentum penyaluran modal.
Dia berpendapat strategi ini bertujuan agar penggunaan dana menjadi lebih efisien, tepat sasaran, dan memberikan dampak multiplier yang maksimal bagi rencana jangka panjang Perseroan.
: : Saham Indokripto (COIN) Sudah Terbang 3.990% dari Harga IPO Rp100
Ade mengatakan ke depan, COIN berkomitmen untuk terus memantau perkembangan industri aset kripto yang dinamis.
Dia memastikan bahwa realisasi dana IPO akan dieksekusi pada saat yang paling tepat guna mendukung ekspansi bisnis serta memberikan nilai tambah yang optimal bagi seluruh pemegang saham.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.