Dibayangi sentimen suku bunga, rupiah melemah ke Rp 16.836 per dolar AS, Jumat (13/2)

Ussindonesia.co.id JAKARTA. Nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada Jumat (13/2/2025). Mengutip Bloomberg, rupiah di pasar spot melemah 0,05% secara harian ke Rp 16.836 per dolar AS. 

Berdasarkan Jisdor Bank Indonesia (BI), rupiah melemah 0,10% secara harian ke Rp 16.844 per dolar AS. 

Pengamat mata uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, pergerakan rupiah dipengaruhi sentimen suku bunga AS. Ketidakpastian mengenai pemotongan suku bunga AS di masa mendatang menjadi beban utama bagi harga logam, terutama setelah data penggajian menunjukkan beberapa tanda ketahanan di pasar tenaga kerja pada bulan Januari. 

IHSG Melemah 0,64% ke 8.212, Top Losers LQ45: SMGR, EXCL dan PGAS, Jumat (13/2)

“Dolar AS pulih dari titik terendah mingguan setelah data penggajian non-pertanian pada hari Rabu,” ujar Ibrahim, Jumat (13/2/2026).

Ibrahim menambahkan, fokus sekarang sepenuhnya tertuju pada data inflasi indeks harga konsumen AS untuk bulan Januari, yang akan dirilis pada hari Jumat, untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut tentang ekonomi terbesar di dunia. 

Kekuatan pasar tenaga kerja dan inflasi adalah dua pertimbangan terbesar Federal Reserve untuk suku bunga.

Pasar secara luas memperkirakan CPI utama dan inti akan mendingin pada bulan Januari. Tetapi angka Januari secara konsisten mengejutkan dengan angka yang lebih tinggi selama empat tahun terakhir, membuat pasar waspada terhadap angka yang cenderung agresif.

Ibrahim memproyeksikan rupiah pada Senin (16/2) bergerak fluktuatif namun ditutup melemah direntang Rp 16.830 –  Rp 16.860 per dolar AS.

Meski Pendapatan Tumbuh, XLSMART (EXCL) Alami Rugi Bersih Rp 4,43 Triliun pada 2025