
Ussindonesia.co.id , JAKARTA—Salah satu direksi PT Janu Putra Sejahtera Tbk. (AYAM) getol melakukan pembelian saham perseroan. Adapun, saham AYAM menguat 204% sepanjang 2025.
Berdasarkan laporan yang disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 24 Desember 2025, Direktur AYAM Fadhl Muhammad Firdaus melaporkan telah melakukan pembelian saham AYAM sebagai bagian dari keputusan investasi pribadi.
Transaksi pembelian saham dilakukan pada 23 Desember 2025, dengan rincian jumlah saham dibeli sebanyak 35.266.000 (35,26 juta) lembar dengan jenis saham biasa, di mana harga transaksi di Rp390 per lembar dengan tujuan investasi jangka panjang.
: Kaleidoskop 2025: Rapor Saham Emiten Unggas, dari JPFA, CPIN, AYAM, Hingga SIPD
Transaksi tersebut dilakukan secara langsung dan tidak terkait dengan skema pembiayaan atau perjanjian pembelian kembali. Nilai transaksi saham AYAM yang dilakukan oleh Direksi ini mencapai Rp13,75 miliar.
Sebelum transaksi, Fadhl Muhammad Firdaus tercatat memiliki 32.000.000 (32 juta) saham, atau setara dengan 0,80% dari total saham dengan hak suara Perseroan. Setelah transaksi pembelian, kepemilikan sahamnya meningkat menjadi 67.266.000 (67,26 juta) saham, sehingga porsi kepemilikan dan hak suara naik menjadi 1,68%.
: : AYAM Ekspansi Bisnis Telur, Siapkan Capex Rp130 Miliar
Dalam laporan tersebut, Fadhl menegaskan bahwa dirinya bukan merupakan pemegang saham pengendali Perseroan. Keterbukaan informasi ini telah disampaikan sesuai dengan Pasal 2 ayat (1) Peraturan OJK Nomor 4 Tahun 2024 tentang Laporan Kepemilikan atau Perubahan Kepemilikan Saham Perusahaan Terbuka. Perseroan dan pihak pelapor menyatakan komitmennya untuk terus menjaga transparansi serta mematuhi seluruh ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Sepanjang 2025, saham AYAM melonjak hingga 204,23% ditutup ke level Rp432 pada akhir tahun, dari pembukaan awal tahun di level Rp142. Level tertinggi saham AYAM pada 2025 ada di level Rp470 pada perdagangan 18 Desember 2025. Untuk mengawali perdagangan di hari pertama 2026, Jumat (2/1/2026), saham AYAM masih lanjut menguat tipis 0,46% ke level Rp343 per saham.
: : Permintaan Ayam Naik Jelang Nataru, Saham Unggas Kembali Dilirik
Tahun lalu, saham AYAM menunjukkan pergerakan yang relatif aktif di tengah dinamika pasar modal nasional. Saham ini sempat mengalami fluktuasi mengikuti sentimen sektor dan kondisi pasar secara umum, tetapi tetap mencatatkan minat transaksi yang terjaga, khususnya dari investor ritel.
Aksi pembelian saham oleh jajaran Direksi menjelang akhir tahun dinilai sebagai sinyal kepercayaan manajemen terhadap prospek kinerja perseroan ke depan. Langkah tersebut juga sering dipandang pelaku pasar sebagai bentuk alignment antara kepentingan manajemen dan pemegang saham publik.