Diversifikasi saham dinilai jadi kunci kurangi risiko di tengah tekanan IHSG

Ussindonesia.co.id   JAKARTA. Saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sedang tertekan, investor kerap menghadapi dilema antara menahan kerugian atau melewatkan potensi rebound pasar. Salah satu strategi yang dianjurkan untuk mengurangi risiko adalah diversifikasi investasi.

“Diversifikasi penting untuk memperkecil risiko, tidak hanya di saham, tapi juga bisa digabungkan dengan aset lain seperti obligasi atau deposito,” tulis Wawan Hendrayana, Direktur Infovesta Utama seperti dikutip dari artikelnya yang terbit di Harian KONTAN, Sabtu (28/3/2026). 

Dalam analisis sederhana menggunakan korelasi antar-sektor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Wawan menjelaskan bahwa sektor kesehatan dan teknologi muncul sebagai pilihan yang relatif aman. 

BBRI dan BBCA Teratas, Cek Saham Net Sell Terbesar Asing Saat IHSG Melonjak Kemarin

Kedua sektor ini, lanjutnya, memiliki korelasi paling rendah dengan sektor lainnya, rata-rata di bawah 0,3, sehingga pergerakannya tidak terlalu dipengaruhi kondisi pasar secara umum.

Sementara itu, menurut Wawan, sektor keuangan dan properti serta sektor energi dan barang baku menunjukkan korelasi tinggi. Hal ini menunjukkan pergerakan harga saham di sektor-sektor tersebut cenderung searah. 

Perbedaan korelasi ini muncul karena faktor pendapatan masing-masing sektor berbeda. Ia bilang, perusahaan kesehatan lebih bergantung pada kebutuhan dasar masyarakat yang stabil, sedangkan teknologi dipengaruhi inovasi dan tren global.

Selain itu, pergerakan sektor energi dipengaruhi harga komoditas dan nilai tukar, sedangkan sektor keuangan sensitif terhadap suku bunga dan pertumbuhan kredit. 

OJK: Volatilitas IHSG Berpotensi Tekan Kinerja Investasi Saham Asuransi

Dengan situasi konflik Timur Tengah yang memicu lonjakan harga energi, sektor energi dan barang baku berpotensi diuntungkan.

Investor yang ingin mengurangi risiko melalui diversifikasi sebaiknya memilih saham dari sektor-sektor yang memiliki korelasi rendah, sehingga pergerakan harga saham tidak terlalu seragam. 

Namun, Wawan mengingatkan, kesimpulan ini didapat dari kinerja historis, hasilnya bisa berbeda bila periode pengamatan berubah.

Dengan strategi diversifikasi yang tepat, investor dapat menavigasi ketidakpastian pasar dan meminimalkan potensi kerugian, tanpa harus melewatkan peluang rebound.