
Ussindonesia.co.id JAKARTA. PT Dyandra Media International Tbk (DYAN) menjelaskan bahwa tidak menebar dividen interim tahun ini. Hal itu sudah disepakati oleh jajaran direksi seluruh perusahaan DYAN.
Direktur Utama DYAN, Daswar Marpaung menyatakan bahwa upaya tidak membagikan dividen interim sudah sesuai dengan laporan keuangan tahun buku 2025. Dia menyebut, berdasarkan catatan laba ditahan atau Retained Earnings (RE) saldo perseroan masih negatif.
“Oleh karena itu, perseroan mengusulkan untuk tidak melakukan pembagian dividen,” ujar Daswar dalam acara Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Jakarta, Senin (11/5/2026).
Dyandra Media (DYAN) Alokasikan Belanja Modal Rp66,8 Miliar untuk 2025
Dia menuturkan jika hasil pembukuan masih negatif maka perseroan disarankan untuk tidak membayarkan dividen. Hal itu juga sudah tertuang pada aturan tertulis perusahaan.
“Tapi kalau sudah positif, kita akan kembali bayar dividen,” ungkap dia.
Selanjutnya, PT Dyandra Media International Tbk (DYAN) mencatatkan kinerja positif pada Kuartal I-2026 dengan pertumbuhan pendapatan dan laba bersih secara tahunan. Perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp 410,6 miliar atau tumbuh 9% year-on-year (yoy).
Di sisi profitabilitas, laba bersih DYAN sepanjang Kuartal I-2026 melonjak signifikan sebesar 59% secara tahunan menjadi Rp 31 miliar, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 19,6 miliar.
Daswar menjelaskan, kontribusi pendapatan lainnya berasal dari segmen Venue Owned & Exhibition Hall sebesar Rp 16,5 miliar atau 4%, segmen hotel sebesar Rp 11,6 miliar atau 3%, serta segmen supporting event sebesar Rp 7,4 miliar atau 2%.
Meski kinerja Kuartal I-2026 menunjukkan pertumbuhan positif, dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) tersebut perseroan juga mengungkapkan penurunan laba bersih sepanjang tahun buku 2025.
DYAN membukukan laba bersih tahun 2025 sebesar Rp 30,9 miliar, turun dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp 91,6 miliar. Sementara itu, pendapatan perseroan sepanjang 2025 tercatat sebesar Rp 1,219 triliun dengan kontribusi utama masih berasal dari bisnis event atau exhibition organizer.
Rupiah Spot Ditutup Melemah 0,18% ke Rp 17.414 per Dolar AS pada Senin (11/5/2026)